Emas Melemah di Tengah Meningkatnya Konflik AS-Iran

Emas melemah kembali menuju $4.000 per ounce pada hari Rabu, menyerahkan sebagian kenaikan sesi sebelumnya seiring memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang membuat risiko inflasi dan suku bunga tetap menjadi fokus utama para investor. Amerika Serikat meluncurkan putaran serangan terbaru terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi global.

Pada hari Selasa, harga emas sempat melonjak lebih dari 1% setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan membuat para pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat. Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, Ketua Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga, namun tidak sampai mengadopsi nada yang lebih hawkish terhadap kebijakan di masa mendatang. Meski demikian, pasar berjangka masih memperkirakan kemungkinan sekitar 50% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September.