Minyak mentah diperdagangkan di atas $80 per barel pada hari Jumat, kembali menyentuh level tertinggi satu bulan setelah koreksi moderat pada sesi sebelumnya, seiring investor terus menimbang eskalasi konflik antara AS dan Iran. Pada malam sebelumnya, US Central Command melaporkan telah melancarkan serangan selama enam malam berturut-turut terhadap Iran, menghantam puluhan target militer, termasuk infrastruktur logistik dan aset maritim.
Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain, sementara sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Teheran telah memerintahkan pasukan Houthi di Yaman untuk bersiap mengganggu pengiriman melalui Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur listrik Iran. Pada saat yang sama, lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas.
Harga minyak telah naik lebih dari 10% sepanjang pekan ini di tengah meningkatnya permusuhan, yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas. Awal pekan ini, AS juga kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz.