Ketegangan antara AS dan Iran akan tetap menjadi sorotan global setelah serangan terbaru yang memicu eskalasi, dengan efek lanjutan terhadap harga energi dan, pada gilirannya, prospek suku bunga bank sentral. Pada saat yang sama, tren saham berbasis AI akan menghadapi ujian baru seiring munculnya gelombang laporan kinerja berikutnya dari para hyperscaler, pembuat chip, dan penyedia infrastruktur, termasuk laporan laba dari Alphabet, Intel, Tesla, dan GE Vernova.
Di AS, kalender data yang relatif ringan akan didominasi oleh indikator-indikator berorientasi ke depan, terutama S&P PMI, Leading Economic Index milik Conference Board, dan serangkaian survei regional Federal Reserve. Di Eropa, ECB akan mengumumkan keputusan kebijakan terbarunya, yang akan disertai dengan rangkaian indikator kepercayaan dan sentimen. Inggris akan merilis data makro utama, termasuk angka inflasi, tingkat pengangguran, dan penjualan ritel.
Di Asia, Jepang dijadwalkan merilis data neraca perdagangan dan CPI. Di tempat lain, Korea Selatan akan melaporkan PDB kuartal II, sementara Kanada akan mengumumkan angka inflasi konsumen terbarunya. Di ranah politik, pemimpin Partai Buruh, Andy Burnham, diperkirakan akan menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris berikutnya.