Kontrak berjangka platinum turun di bawah $1.600 per ons, mendekati level terendah akhir November, seiring konflik AS–Iran yang berkelanjutan meningkatkan risiko inflasi berbasis energi dan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Lonjakan harga minyak yang terjadi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan membuat pasar memperkirakan sekitar 55% kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September, sehingga menekan aset tanpa imbal hasil seperti platinum.
Dari sisi pasokan, Sibanye-Stillwater berencana mengembangkan tujuh proyek penambangan PGM, meskipun produksi diperkirakan baru akan dimulai tahun depan. World Platinum Investment Council memperkirakan defisit pasar untuk tahun keempat berturut-turut pada 2026, karena pasokan tambang yang terbatas, biaya energi yang tinggi, dan tarif listrik musim dingin yang lebih mahal terus menekan margin produsen.
Dalam jangka panjang, permintaan platinum diperkirakan akan ditopang oleh kebijakan industri China yang mendukung AI, kendaraan listrik, dan energi bersih, bersamaan dengan peluncuran seri pertama emas batangan investasi platinum di negara tersebut.