Bensin Bertahan Dekat Level Tertinggi 2 Bulan

Kontrak berjangka bensin AS turun ke $3,40 per galon pada hari Rabu, mundur dari level tertinggi dua bulan di $3,49 yang tercapai sebelumnya pada sesi tersebut, seiring sinyal perbaikan pasokan untuk sementara menutupi dampak meningkatnya risiko geopolitik. Pasar bensin Rusia menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, dengan ketersediaan bahan bakar membaik setelah Ukraina mengalihkan serangannya dari kilang-kilang minyak utama ke sasaran maritim.

Pada saat yang sama, data EIA menunjukkan bahwa persediaan bensin AS naik sebesar 0,765 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli, membaik dibandingkan pekan sebelumnya, meskipun stok masih 7% di bawah rata-rata musiman lima tahun.

Terlepas dari perbaikan di sisi pasokan ini, harga tetap tertopang karena AS dan Iran memasuki lebih jauh ke pekan kedua permusuhan. Presiden Donald Trump memperingatkan akan melakukan serangan terhadap infrastruktur Iran jika Teheran terus menargetkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ancaman tambahan dari pemberontak Houthi Yaman di Laut Merah dan serangan terhadap terminal Laut Hitam milik Caspian Pipeline Consortium semakin memicu kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap pasokan minyak global.