Kontrak berjangka palladium kembali naik menembus $1.200 per ounce, bangkit dari posisi terendah dalam hampir satu tahun yang tercapai di akhir Juni, seiring permintaan yang tetap kuat untuk kendaraan hybrid mampu lebih dari sekadar mengimbangi ekspektasi surplus global yang akan datang. Permintaan untuk kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) tetap solid, dengan para produsen otomotif besar semakin banyak mengintegrasikan teknologi software-defined ke dalam model-model ini. Tren tersebut terus menjadi penopang konsumsi palladium, mengingat peran krusial logam ini dalam catalytic converter.
Pada saat yang sama, Nornickel, produsen palladium terbesar di dunia, memproyeksikan surplus global pada 2026, karena percepatan adopsi kendaraan listrik murni (fully electric vehicles) diperkirakan akan menekan permintaan jangka panjang dan menahan harga di bawah level yang terlihat pada awal tahun ini. Perusahaan tambang asal Rusia tersebut juga berencana memindahkan operasi pemurniannya ke Monchegorsk, sebuah langkah yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan mendorong kenaikan output tambang.
Sementara itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun telah menekan minat terhadap aset tanpa imbal hasil seperti palladium, sehingga membatasi potensi kenaikan harga logam tersebut.