Rupee India diperdagangkan di dekat 96,4 per dolar, stabil setelah menyentuh level terlemahnya dalam lebih dari dua bulan, namun tetap berada di bawah tekanan akibat lonjakan tajam harga minyak. Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga Brent menembus di atas $96 per barel, memperbesar kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan minyak dan memperburuk prospek bagi India, importir minyak terbesar ketiga di dunia. Pelaku pasar juga mewanti-wanti bahwa rupee bisa kembali terdepresiasi jika Brent melampaui ambang $100.
Meski demikian, sentimen mendapat sedikit dukungan dari ekspektasi bahwa Reserve Bank of India akan terus melakukan intervensi jika volatilitas nilai tukar meningkat. Bank sentral tercatat sebagai penjual bersih sebesar $6,1 miliar di pasar valuta asing pada Mei, setelah penjualan bersih sebesar $8,9 miliar pada April. Dukungan tambahan bagi rupee datang dari meningkatnya arus masuk dana asing ke obligasi dan saham India setelah RBI memperkenalkan berbagai langkah untuk menarik modal dari luar negeri. Selain itu, cadangan devisa India tetap kuat, cukup untuk membiayai sekitar 10 bulan impor.