Saham Indonesia Sentuh Level Tertinggi dalam Lima Pekan saat BI Tahan Suku Bunga, Pemangkasan Fiskal Membayangi

Saham-saham Indonesia menguat 73 poin, atau 1,2%, ke level 6.405 pada awal perdagangan Kamis, menyentuh titik tertinggi dalam lima minggu setelah penurunan ringan pada sesi sebelumnya. Sentimen membaik setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75%, melakukan jeda setelah total kenaikan 100 bps sejak Mei, sekaligus mengumumkan insentif baru untuk menarik arus masuk modal asing. Dari sisi fiskal, pemerintah memangkas anggaran program makan gratis di sekolah menjadi Rp229 triliun dari Rp268 triliun, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi mengisyaratkan bahwa belanja pertahanan juga mungkin dikurangi untuk memprioritaskan pengentasan kemiskinan. Namun, kenaikan pasar tertahan oleh pelemahan futures AS dan kenaikan harga minyak, setelah Presiden Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran sebagai respons terhadap kemungkinan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Meski demikian, seluruh sektor utama menguat, dipimpin oleh saham teknologi, energi, bahan dasar, dan non-siklis. Penguatan mencolok tercatat pada Darma Henwa (8,6%), Petrosea (6,4%), Erajaya Swasembada (5,0%), dan Raharja Energi Cepu (4,9%).