Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Bertahan di Dekat Level Tertinggi 2 Bulan

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diperdagangkan di sekitar 4,65% pada hari Kamis, bergerak mendekati level tertingginya dalam lebih dari dua bulan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan lanjutan harga minyak. Presiden Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur Iran sebagai respons terhadap setiap serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, sementara Teheran memperingatkan akan membalas dengan menyerang aset-aset energi di seluruh kawasan. Kebuntuan terbaru ini muncul setelah sinyal dari Washington dan Teheran bahwa pembicaraan damai yang baru kecil kemungkinannya terjadi dalam waktu dekat, terlepas dari upaya diplomatik untuk memulai kembali perundingan. Di tempat lain, pemberontak Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker Saudi, yang makin meningkatkan kekhawatiran mengenai risiko terhadap pelayaran melalui Laut Merah. Pada saat yang sama, pelaku pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan minggu depan, meski ketidakpastian mengenai arah kebijakan meningkat di tengah sinyal yang beragam dari Ketua baru, Kevin Warsh. Kontrak futures saat ini mengindikasikan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 61% pada bulan September.