Harga emas bertahan di kisaran $4.050 per ons pada hari Jumat, stabil setelah penurunan hampir 2% pada sesi sebelumnya, seiring lonjakan tajam harga minyak di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan moneter AS. Presiden Donald Trump memperingatkan akan perluasan aksi militer terhadap Iran dan berjanji akan meminta pertanggungjawaban Teheran atas setiap serangan Houthi lebih lanjut terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah, yang turut mendorong harga minyak Brent menembus di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Lonjakan harga minyak tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi, memperkuat spekulasi pengetatan tambahan oleh The Fed dan menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pasar futures kini mengindikasikan peluang 34% kenaikan suku bunga The Fed pekan depan, sementara probabilitas kenaikan pada bulan September telah meningkat di atas 78%. Pada saat yang sama, tarif baru AS sebesar 10%–12,5% atas impor dari mitra dagang utama menambah ketidakpastian pasar. Meski terjadi volatilitas baru-baru ini, emas tetap berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan yang moderat.