Saham Indonesia Tertekan Akibat Guncangan Tarif

Saham Indonesia turun 95 poin, atau 1,5%, ke level 6.219 pada perdagangan Jumat pagi, memperpanjang penurunan ke sesi ketiga berturut-turut. Pelemahan tersebut mengikuti aksi jual tajam di Wall Street semalam setelah pemerintahan Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif baru terhadap 60 mitra dagang, menggantikan bea sementara sebesar 10% yang dijadwalkan berakhir hari ini.

Tekanan jual terjadi secara luas di berbagai sektor utama, dengan saham siklikal, transportasi, infrastruktur, dan bahan baku memimpin penurunan. Beberapa saham yang tertinggal secara signifikan antara lain Petrindo Jaya Kreasi (-6,0%), Bumi Resources (-3,8%), Charoen Pokphand (-3,6%), dan Bank Mandiri (-3,2%).

Meski terkoreksi, pasar saham domestik masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan yang moderat, naik sekitar 0,2% sejauh ini, yang akan menandai kenaikan tiga minggu beruntun. Sentimen ditopang oleh keputusan mengejutkan bank sentral untuk menghentikan sementara siklus pengetatan kebijakan setelah sebelumnya menaikkan suku bunga acuan total 100 basis poin sejak Mei.

Sementara itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan efisiensi fiskal dengan kembali memangkas anggaran program makan gratis di sekolah dan mengurangi alokasi belanja untuk pertahanan serta kepolisian.