Minyak mentah diperdagangkan di atas $82 per barel pada hari Senin seiring investor menimbang prospek yang tidak pasti dari konflik AS–Iran dan risiko gangguan pasokan. Perang yang kembali memanas di Lebanon dan serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperkuat kekhawatiran bahwa ketegangan kawasan bisa berlangsung lama, sementara negosiasi yang mandek antara Washington dan Teheran meredupkan harapan akan terobosan diplomatik yang cepat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran belum memutuskan apakah akan melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden Donald Trump mendesak warga Amerika untuk menerima harga bensin yang sedikit lebih tinggi seiring berlarut-larutnya konfrontasi tersebut.
Pengiriman melalui Selat Hormuz melambat tajam selama akhir pekan setelah serangan terhadap kapal tanker. Data menunjukkan hanya lima kapal komoditas yang melewati titik chokepoint utama itu pada hari Sabtu dan tidak ada satu pun pada hari Minggu, dibandingkan dengan 31 kapal pada akhir pekan sebelumnya.
Kendati demikian, di tengah tidak adanya gangguan pasokan yang signifikan dan berkelanjutan, kenaikan harga minyak tetap terbatas meskipun risiko geopolitik meningkat.