Futures minyak sawit Malaysia naik lebih dari 2% ke sekitar MYR 4.820 per ton, level tertinggi sejak awal April, setelah menguat kembali dari penurunan baru‑baru ini. Sentimen didukung oleh kenaikan harga minyak nabati di bursa Dalian, sementara aksi beli murah turut memberikan dorongan tambahan.
Prospek permintaan membaik setelah impor minyak nabati India naik ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Juli, seiring para refiners menambah kembali persediaan palm oil dan soyoil menjelang musim festival. Namun, kenaikan lebih lanjut tertahan oleh penguatan ringgit dan pelemahan futures soyoil di Chicago Board of Trade.
Dari sisi pasokan, tingginya level stok masih menekan pasar. Persediaan palm oil Malaysia pada Juli naik ke level tertinggi dalam lima bulan, dengan produksi melampaui ekspor. Pada saat yang sama, momentum ekspor tampak melemah, dengan Intertek memperkirakan bahwa pengiriman pada 1–15 Agustus turun 7,9% dibandingkan periode yang sama di Juli.
Pelaku pasar juga mengambil sikap yang lebih berhati‑hati menjelang rilis data ekonomi Juli China—mencakup penjualan ritel dan produksi industri—yang diperkirakan akan memberikan indikasi baru mengenai permintaan dari salah satu pasar konsumen utama lainnya.