Pekan Mendatang - 17 Agustus

Kebuntuan yang masih berlangsung antara Iran dan AS diperkirakan tetap akan menjadi pendorong utama harga energi dan berpengaruh besar terhadap suku bunga global, setelah Washington memilih untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran alih-alih memberi sinyal upaya diplomatik baru. Kebijakan moneter juga akan menjadi sorotan, seiring dirilisnya risalah dari pertemuan Federal Reserve yang sarat perdebatan dan diwarnai tiga suara yang tidak sejalan. European Central Bank akan menerbitkan risalah pertemuannya sendiri.

Di AS, agenda data dipimpin oleh rilis awal S&P PMI, serta izin mendirikan bangunan, data perdagangan, dan produksi industri. Data PMI juga akan dirilis di Eurozone, Jepang, Australia, India, dan Inggris. Baik Inggris maupun Kanada akan melaporkan angka inflasi dan penjualan ritel, sementara Eurozone dan Jerman akan merilis indeks ZEW Economic Sentiment mereka.

Jepang akan memublikasikan data PDB kuartal II, neraca perdagangan, dan inflasi. China akan merilis data produksi industri, penjualan ritel, dan harga perumahan, serta akan bergabung dengan Australia, Inggris, dan Kanada dalam melaporkan data pengangguran. Di Skandinavia, Sveriges Riksbank dijadwalkan mengumumkan keputusan terbaru suku bunganya.