Ibovespa melemah tipis pada hari Jumat dan ditutup di level 185.147, di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada bulan September. Nonfarm payrolls AS naik 162.000, sekitar tiga kali lipat dari perkiraan konsensus, sehingga memperkuat taruhan akan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Bagi Brasil, suku bunga yang tetap tinggi di ekonomi terbesar dunia tersebut mempersempit ruang kebijakan yang tersedia bagi BCB. Prospek suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama juga menekan minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang.
Di antara saham yang paling tertinggal adalah Axia yang turun 0,8%, WEG yang melemah 0,6%, dan Rede D’Or. Petrobras terkoreksi 0,9% meskipun harga minyak masih tinggi namun bergejolak. Pelemahan indeks sebagian tertahan oleh kenaikan saham-saham keuangan: Bradesco menguat 0,6%, Itaúsa naik 1,5%, BB Seguridade bertambah 1,1%, dan Caixa juga naik 1,1%.
Di ranah politik, jajak pendapat terbaru Datafolha yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan keunggulan Presiden Lula atas Flávio Bolsonaro menyempit dalam pemilihan presiden. Dari sisi korporasi, Embraer naik 1,1% setelah Brasil melaporkan surplus neraca perdagangan luar negeri yang lebih kuat dari perkiraan. Meski terkoreksi sedikit pada hari Jumat, Ibovespa menutup pekan dengan kenaikan 5,4%.