Harga Minyak Sawit Turun karena Aksi Ambil Untung, Namun Masih Menuju Kenaikan Mingguan

Futures minyak sawit Malaysia diperdagangkan sedikit di bawah MYR 4.910 per ton, menghapus kenaikan baru-baru ini seiring pelemahan minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago menekan sentimen pasar. Harga juga mundur dari level tertinggi 21 bulan karena aksi ambil untung, sementara ekspor yang lesu menambah tekanan penurunan. Cargo surveyors memperkirakan pengiriman minyak sawit untuk periode 1–15 September turun 17,8% hingga 25,6% dibandingkan level Agustus.

Harga minyak mentah juga melemah karena tambahan kargo membantu meredakan kekhawatiran pasokan, yang pada gilirannya mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Meski terkoreksi, futures minyak sawit masih berada di jalur menuju kenaikan mingguan sekitar 1,9%, ditopang oleh ekspektasi pengetatan pasokan ke depan.

Mandat biodiesel B50 Indonesia diperkirakan akan mengalihkan lebih banyak minyak sawit ke konsumsi domestik, sementara risiko cuaca terkait El Niño bisa membatasi output baik di Indonesia maupun Malaysia. Di India, impor minyak sawit naik 7% pada Agustus menjadi 782.761 ton, level tertinggi sejak Februari, seiring para refiners membangun kembali persediaan menjelang musim festival.

Secara terpisah, Malaysia menaikkan harga acuan crude palm oil untuk Oktober namun mempertahankan bea ekspor tidak berubah di level 10%.