Ide-ide "gila" yang dulunya dianggap tak masuk akal

Sejarah kemajuan sering kali merupakan kisah tentang mengatasi skeptisisme. Seperti yang dicatat oleh Arthur Schopenhauer, setiap kebenaran melalui tiga tahap: pertama, diridik; kemudian, ditentang dengan keras; dan akhirnya, diterima sebagai sesuatu yang jelas. Pada tahun 2026, ketika pembicaraan tentang kolonisasi Mars masih terdengar seperti fiksi ilmiah, ada baiknya kita mengingat bahwa listrik, pesawat terbang, dan bahkan mencuci tangan biasa pernah dianggap sebagai fantasi yang berbahaya atau absurd.

Arus Seling (AC): “Fantasi Mematikan” Tesla

Thomas Edison melancarkan kampanye besar-besaran terhadap arus seling Nikola Tesla, dengan menyebutnya sangat berbahaya dan "gila." Bahkan, Edison secara publik mengeksekusi hewan untuk menakut-nakuti orang. Namun, justru arus seling yang memungkinkan pengiriman listrik dalam jarak yang sangat jauh, memungkinkan elektrifikasi planet ini. Visi Tesla yang tampak gila berhasil mengalahkan pragmatisme Edison, menerangi setiap rumah di Bumi dan menciptakan sistem tenaga modern.

Roket: Robert Goddard, “Kutu Bulan”

Pada tahun 1920, The New York Times menerbitkan artikel pedas tentang Goddard, mengklaim bahwa gagasannya tentang penerbangan antariksa adalah konyol karena roket di dalam ruang hampa tidak memiliki "sesuatu untuk didorong." Sang ilmuwan diejek sebagai seseorang yang tidak memahami fisika dasar. Surat kabar ini baru mengeluarkan permintaan maaf resmi pada tahun 1969, sehari setelah Apollo 11 diluncurkan ke Bulan. “Kegilaan” Goddard membuka jalan menuju bintang-bintang, membuktikan bahwa hukum fisika bekerja bahkan ketika jurnalis tidak mempercayainya.

Kebersihan Tangan: “Kegilaan” Ignaz Semmelweis

Pada pertengahan abad ke-19, gagasan bahwa dokter harus mencuci tangan mereka sebelum membantu persalinan memicu kemarahan di kalangan komunitas medis. Semmelweis mencatat hubungan antara kebersihan tangan dan angka kematian, tetapi rekan-rekannya mencemoohnya dengan mengatakan, "seorang pria baik tidak boleh memiliki tangan kotor." Ide-idenya dianggap gila, dan sang dokter dikurung di rumah sakit jiwa. Hari ini, praktik antiseptik menjadi fondasi medis — contoh tragis bagaimana prasangka dapat menghalangi inovasi yang menyelamatkan jiwa selama puluhan tahun.

Telepon: “Mainan yang tidak layak diperhatikan serius”

Pada tahun 1876, sebuah memo rahasia dari Western Union menyatakan, “Alat ini memiliki nilai terlalu sedikit untuk dianggap serius sebagai sarana komunikasi. Ini tidak memiliki nilai bagi kami.” Alexander Graham Bell meminta $100.000 untuk patennya dan ditolak. Dua tahun kemudian, orang-orang yang sama akan membayar jutaan. Ide “gila” tentang mentransmisikan suara melalui kawat menghancurkan monopoli telegraf dan menciptakan dunia di mana kita selalu terhubung.

Mesin Lebih Berat dari Udara: Prediksi Lord Kelvin

Pada tahun 1895, Lord Kelvin, presiden Royal Society, menyatakan tegas, “Mesin penerbangan yang lebih berat dari udara tidak mungkin.” Salah satu ilmuwan terbesar pada zamannya itu menyebut penerbangan sebagai absurditas matematis. Delapan tahun kemudian, saudara Wright melakukan penerbangan pertama mereka. Ini mengingatkan kita bahwa bahkan otoritas tertinggi pun bisa salah tentang batas imajinasi dan rekayasa manusia.

Pergerakan Kontinental: “Dongeng Geologi” Alfred Wegener

Ketika ahli meteorologi Alfred Wegener mengusulkan pada tahun 1912 bahwa benua bergerak dan pernah bersatu sebagai satu daratan (Pangaea), para geolog di seluruh dunia menertawakannya. Ia disebut amatir, dan teorinya dianggap sebagai “ombang-ombang dari imajinasi yang sakit.” Butuh waktu lima puluh tahun dan penemuan tetonika pelat untuk dunia mengakui bahwa ia benar. Ini menunjukkan betapa sempitnya spesialisasi dapat mencegah ilmuwan melihat gambaran besar yang tersembunyi di balik fakta-fakta yang jelas.

Fotografi Digital: Kesalahan Fatal Kodak

Pada tahun 1975, insinyur Kodak Steven Sasson menemukan kamera digital pertama. Manajemen perusahaan menyebut ide “fotografi tanpa film” sebagai gila: “Itu lucu, tetapi jangan beri tahu siapa pun tentang itu.” Mereka takut itu akan menghancurkan bisnis film mereka. Menolak untuk memimpin “kegilaan” tersebut akhirnya mengarah pada kebangkrutan Kodak dan membawa dunia masuk ke era Instagram dan smartphone. Kisah Sasson adalah pelajaran: jika Anda tidak memimpin perubahan yang disruptif, itu akan menghancurkan Anda.

Komputer Pribadi: “Mengapa setiap orang ingin memilikinya di rumah?”

Pada tahun 1977, Ken Olsen, pendiri Digital Equipment Corp., berkata, “Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menginginkan komputer di rumah mereka.” Pada saat itu, komputer dianggap sebagai lemari perhitungan yang besar, bukan alat untuk kreativitas dan komunikasi. Ide tentang PC rumah tampak ekonomis absurd. Namun Steve Jobs dan Bill Gates percaya pada “kegilaan” itu dan mengubah komputasi dari alat perencanaan menjadi pusat kehidupan sehari-hari.