Presiden Rusia Vladimir Putin memulai kunjungannya ke Amerika Latin dimana Havana menjadi permberhentian pertamanya dan menandatangai beberapa perjanjian kerja sama dengan negara ini. Sebagai tambahan, ia telah berjanji untuk membantu Kuba mengataso blokade ilegal dari Amerika Serikat. Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangi penghapusan utang hari Jumat, Kremlin mengatakan dalam sebuah pernyataan, setelah parlemen Rusia menyetujui undang-undangnya. Sisai utang ($3,5 miliar) akan dibayarkan Kuba dalam waktu 10 tahun dengan pembayaran per setengah tahun.
Pembayaran pertama akan diterima pada 25 Oktober 2014 dan yang terakhir pada 25 April 2024. Utang akan dibayarkan dalam dolar AS ke dalam sebuah akun yang dibuka oleh bank pemberi pinjaman milik negara Rusia Vnesheconombank di Bank Nasional Kuba.
Dana ini diperkirakan akan digunakan untuk membiayai proyek investasi di Kuba. Sebelumnya, Zarubezhneft dan Inter RAO UES telah menunjukkan minatnya pada proyek-proyek ini.
Utang Kuba termasuk perjanjian proyek yang didanai dari pinjaman negara USSR dan juga bunga dari utang utama, diakumulasi selama periode penggunaan.
"Kami akan memberikan dukungan kepada teman Kuba kami untuk mengatasi blokade ilegal Kuba," Putin mengatakan setelah pertemuan dengan Pimpinan Dewan Negara dan Dewan Menteri Raul Castro Kuba.
Amerika Serikat mempertahankan embargo ekonomi selama 52 tahun yang menutup banyak perusahaan-perusahaan Barat di Kuba.