Harga perak melonjak lebih dari 6% mendekati $83 per troy ounce pada hari Senin, memperpanjang rebound pekan lalu setelah aksi jual historis sempat menghapus hampir setengah nilainya. Pemulihan ini ditopang oleh meredanya ekspektasi inflasi AS, turunnya imbal hasil riil, dan pelemahan dolar menjelang rilis data pasar tenaga kerja dan CPI AS yang penting, yang berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini.
Ekspektasi inflasi AS untuk satu tahun ke depan turun menjadi 3,1%, sementara ukuran jangka panjang tetap stabil, sehingga secara signifikan mengurangi hambatan suku bunga riil bagi logam yang tidak memberikan imbal hasil. Faktor geopolitik memberikan dukungan tambahan, meski bersifat sekunder: negosiasi antara AS dan Iran menurunkan risiko eskalasi langsung, meskipun risiko ekstrem yang lebih luas masih bertahan.
Di Jepang, kemenangan telak dalam pemilu bagi koalisi yang berkuasa di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal yang ekspansif, menambah dukungan terhadap permintaan logam mulia. Pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang akan datang untuk mendapatkan panduan yang lebih jelas mengenai arah kebijakan ke depan.