Berita Industri Kripto:
Selama beberapa tahun terakhir, kriptokurensi telah menarik banyak minat dari investor institusi. Enkripsi menjadi sangat populer karena lebih banyak aturan di pasar aset digital. Namun, karena sebagian besar ekonomi bekerja dengan sumber daya digital, juga terdapat tekanan untuk memperkuat peraturan sehingga kriptokurensi tidak menjadi safe haven dari pencucian uang dan kegiatan ilegal lainnya. Peraturan AML terbaru dan pedoman FAFT bertujuan untuk memperkuat peraturan kriptografi.
Namun, ketika aset-aset digital semakin populer di dunia keuangan, lembaga keuangan tradisional seperti bank kini mengamati hal yang berhubungan dengan pengguna kriptokurensi dan bursa saham terkait aset virtual. Laporan Ciphertrace baru-baru ini melihat bagaimana undang-undang aset virtual dapat memengaruhi bank. Laporan mencatat bahwa 57% dari Penyedia Aset Virtual (VASP) ini memiliki proses KYC yang lemah atau keropos. Ini adalah ancaman yang lebih besar karena lemahnya KYC dapat menyebabkan entitas yang buruk dapat mencuci aset virtual melalui bursa efek yang beroperasi sebagai alternatif mata uang fiat menurut laporan tersebut.
Namun, tidak jelas apakah bank besar bersedia atau ingin menaugi paparan aset kripto dan pada saat yang sama memastikan bahwa tidak ada aktivitas ilegal dalam bidnag kripto. Meskipun jumlah kriptokurensi telah meningkat secara signifikan selama bertahun-tahun, bank-bank utama masih memiliki keraguan atas pengguna dan transaksi kriptografi. Baru-baru ini, Bank of America mengemukakan kekhawatiran dan mencegah nasabah menggunakan kartu debit untuk membeli kriptokurensi. Namun, pada awal Petunjuk Anti Pencucian Uang Kelima atau AMLD5, ditunjukkan bahwa bank tidak dapat menolak memberikan layanan kepada sektor-sektor dan harus menganalisis kriptokurensi berdasarkan kasus per kasus.
Menurut data yang disediakan oleh Ciphertrace, hampir 74% dari Bitcoin yang ditransfer dalam transaksi "dari bursa ke bursa" telah dipindahkan lintas batas dan menimbulkan risiko signifikan pencucian uang. Dengan skenario ini, FATF menyatakan bahwa pengguna ilegal aset virtual (VAS) dapat, misalnya, memanfaatkan jangkauan global dan kecepatan transaksi yang disediakan VA, serta regulasi yang tidak memadai atau pengawasan kegiatan keuangan dan pemasok VA di berbagai wilayah hukum, menghasilkan aturan hukum dan peraturan permainan di ekosistem VA yang tidak konsisten.
Outlook Pasar Teknikal:
Pasangan BTC/USD telah membentuk titik terendah lokal baru di level $8.795, yang berarti support teknikal jangka pendek utama yang terletak di level $8.858 telah ditembus. Pantulan kini telah dilanjutkan selama beberapa waktu, namun sejauh ini pantulan cukup dangkal dan harga mulai kembali berbalik. Jika support intraday yang terletak di level $8.971 ditembus dengan jelas, peluang untuk titik terendah lainnya tinggi selama mometum masih lemah dan negatif. Target selanjutnya bagi bear terlihat di level $8.565.
Pivot Point Mingguan:
WR3 - $10.465
WR2 - $10.072
WR1 - $9.509
Pivot Mingguan - $9.126
WS1 - $8.593
WS2 - $8.191
WS3 - 7.623
Rekomendasi Trading:
Tren timeframe jangka panjang tetap menurun dan selama level $10.791 tidak ditembus, semua rally akan dianggap sebagai gerakan korektif tren sebaliknya. Inilah mengapa posisi short kini lebih dipilih hingga level $10.791 ditembus dengan jelas. Support teknikal jangka menengah utama terletak di level $7.897.

