logo

FX.co ★ Pasar saham AS diambang kehancuran

Pasar saham AS diambang kehancuran

analytics5fb79934e1608.jpg

Terlepas dari kondisi krisis virus Corona di Amerika Serikat, terlihat bahwa dalam enam bulan terakhir cukup positif bagi perusahaan-perusahaan Amerika. Saham mereka naik pesar karea aktivitas para investor dan langkah dari pemerintah untuk mendukung perekonomian. Akan tetapi akibat diadakannya pemilihan presiden, pasar saham AS kembali terpuruk. Namun setelah pemberitaan efektifitas vaksin virus Corona dari Pfizer, indeks naik dengan tajam.

Berita diatas mengundang banyak investor dan euforianya berlanjut dipasar. Tetapi Federal Reserve AS memperingatkan bahwa, kondisi pasar dapat runtuh kapan saja. Situasi terkendali selama bank melepaskan likuiditas, akan tetapi keadaan itu berakhir.

Dan bila terjadi situasi penyebaran virus Corona yang semakin memburuk atau gagalnya vaksin, maka masalah besar tidak dapat dihindari. Ancaman terbesarnya adalah, karantina global dengan terjadinya penutupan bisnis serta PHK besar-besaran.

Hutang yang membuat situasi semakin terpuruk

Banyak perusahaan yang mengakumulasi hutang dengan nominal besar untuk tetap bertahan selama penurunan pendapatan dan penurunan tajam aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh karantina total. Untuk saat ini, di Amerika Serikat, rasio hutang perusahaan publik terhadap aset mereka merupakan yang pa

Pasar real estate komersial merupakan yang paling menderita. Dan pada sektor asuransi, mereka telah mengakumulasi hutang yang tak terlihat sejak krisis keuangan 2008. Dengan kata lain, semua orang berharap akan keberhasilan vaksin massal.

Menurur Federal Reserve, total hutang adalah sebesar $2.25 triliun, atau 35% dari total obligasi korporasi. Dalam hal ini, kemungkinan jatuhnya pasar saham sangatlah besar.

Ditambah lagi dengan masih tegangnya hubungan antara Amerika Serikat dan Cina, sehingga makin menciptakan ketidakpastian geopolitik. Dan sebagai akibatnya, para investor mungkin kehilangan minat pada resiko. Dan berimbas pada anjloknya indeks saham.

Masalah lainnya adalah kenaikan tarif kunci. Kebijakan moneter lunak akan berakhir suatu hari nanti. Pasar dan sektor manufaktur akan juga menghadapi tantangan besar.

Fokus terhadap vaksin

Segera setelah isolasi global dimulai, pasar AS akan ambruk untuk pertama kalinya dalam 33 tahun. Dow Jones, S&P 500, dan NASDAQ telah mengalami penurunan hampir 10%.

Namun miliarder pendiri hedge fund Pershing Square, Bill Ekman, yajin bahwa negara-negara tetap harus memberlakukan kembali karantina meskipun vaksin virus Corona dianggap efektif. Banyak perusahaan akan mengalami kebangkrutan dan dia percaya bahwa situasi lebih buruk masih akan datang.

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh investor multijutawan, Jim Rogers. Rogers yakin bahwa tindakan anti-virus itu merupakan tindakan yang berlebihan dan hanya memperburuk situasi. Saat ini semua orang terjerat hutang dan menuntut bantuan dari bank sentral.

Memang, efektivitas vaksin masih menjadi pertanyaan. Diberitakan, salah satu relawan meninggal setelah diberikan vaksin oleh perusahaan farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading