Seluruh perhatian pada hari Rabu di separuh kedua hari akan terpusat pada protokol rapat Federal Reserve yang dilaksanakan pada 31 Juli dan 1 Agustus, yang akan memungkinkan untuk menarik kesimpulan penuhmengenai bagaimana para pimpinan Bank Sentral AS melihat prospek suku bunga yang lebih tinggi di paruh kedua tahun ini.
Kami ingatkan bahwa pada rapat terakhir suku bunga tetap tidak berubah, dalam rentang 1,75%-2%, dan Fed membuat pernyataan bahwa ekonomi AS tetap kuat.
Sejumlah investor mengandalkan sinyal baru dari Fed mengenai jumlah kenaikan suku bunga tahun ini, serta di tahun depan. Pertanyaan mengenai level netral suku bunga menjadi topik diskusi. Banyak pakar sepakat bahwa rentang suku bunga akan berkisar dari 2,50%-2,75%. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Fed diperkirakan akan melakukan setidaknya tiga kenaikan lagi sebelum normalisasi kebijakan moneter.

Sementara itu, dolar AS melanjutkan penurunan terhadap sejumlah aset-aset berisiko setelah kabar bahwa mantan penasihat Presiden Donald Trump dinyatakan bersalah karena melanggar hukum pada pendanaan pemilihan. Hal ini semakin meningkatkan ketidakpastian politik di As. Apakah arah politik Gedung Putih akan berlanjut dalam arah seperti sekarang masih tidak diketahui.
Untuk gambaran teknikal pasangan EUR/USD, maka pembeli mengatasi tugas dan menarik pasangan ini di bawah level resistance lebar di 1,1620 dan 1,1660. Menurut saya, hanya dengan menembus level resistance tersebut yang dapat terjadi setelah publikasi protokol Fed, yang akan membentuk gelombang kenaikan baru dalam aset-aset berisiko. Jika tekanan pada euro meningkat, support akan berada di level support terdekat di 1,1540 dan 1,1490.
Dolar Australia turun terhadap dolar As setelah pernyataan yang dibuat hari ini oleh Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia. Christopher Kent mengatakan bahwa penting untuk memiliki kepercayaan lebih bahwa inflasi akan mencapai level targetnya, karena belum diketahui seberapa lama perlambatan diproyeksi di kuartal ketiga tahun ini. Dalam pandangannya, masih ada ketidakpastian terkait indikator tingkat pengangguran, sementara selisih suku bunga beberapa bank sentral kini memiliki dampak yang lebih kecil pada bursa-bursa valuta asing.
