logo

FX.co ★ Pound: kami hanya memimpikan kedamaian

Pound: kami hanya memimpikan kedamaian

Risiko politik membuat Pound Inggris naik kemudian turun. Pernyataan dari kepala negosiator UE Michel Barnier bahwa Brussel siap menawarkan London sebuah kesepakatan yang belum pernah ada sebelumnya, yang membuat kuotasi GBP/USD melambung di atas level psikologis penting di 1,3. Namun, beberapa jam kemudian Barnier menyatakan perselisihan kategori dengan rencana Theresa May. Pada saat yang sama, mantan Menteri Brexi David Davis mengatakan bahwa ia akan menentang program Perdana Menteri Inggris, yang membuat kondisinya jauh lebih buruk.

Theresa May akan memiliki tugas yang sulit - pertama menemukan kesepakatan di dalam negeri, dan kemudian mencapai kesepakatan dengan UE. Situasi ini diperburuk oleh Kongres Partai Konservatif di September. Dan jika pada bulan Juni, PM May berhasil mempertahankan kepemimpinannaya, kini ia harus menjalani tugas baru. Sebagai hasil dari meningkatnya risiko politik, volatilitas sterling dapat keluar dari rentang perdagangan dan bergerak naik, yang akan berdampak negatif pada posisi bulls pada GBP/USD. Inggris memiliki rasio negatif akun lancar terhadap PDB yang tertinggi dalam negara-negara G20, keuangan negara tersebut membutuhkan arus masuk investasi, dan sulit untuk menarik warga asing ke pasar lokal dalam kondisi volatilitas pound yang meningkat.

Dinamika volatilitas pound

Pound: kami hanya memimpikan kedamaian

Tekanan pada sterling berasal dari statistik makroekonomi yang mengecewakan. Indeks manajer-manajer pembelian dalam sektor manufaktur bulan Agustus memiliki dinamika terburuk dalam dua tahun terakhir. Pesanan ekspor turun di bawah level kritis 50 untuk pertama kalinya sejak April 2016. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Bloomberg, perusahaan-perusahaan Inggris memilih untuk menghemat uang daripada memanfaatkan devaluasi dan meningkatkan investasi. Kini, dalam menghadapi kekhawatiran mengenai ekonomi dunia yang melambat, penurunan permintaan eksternal menciptakan permasalahan serius untuk mereka.

Perlu diakui bahwa penurunan GBP/USD berkontribusi terhadap pemulihan bertahap dolar AS. Kesulitan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Kanada mengarahkan para investor kepada gagasan bahwa penyelesaian perselisihan antara Washington dan Beijing dapat memakan waktu lebih lama dan perdamaian antara AS dan UE akan segera berakhir. Hasilnya, risiko meningkatnya konflik perdagangan meningkat, sehingga memberikan dukungan terhadap dolar AS.

Pound akan menghadapi pekan yang lebih sulit, karena setelah rilisnya aktivitas bisnis dalam sektor manufaktur, indeks-indeks manajer pembelian dalam sektor konstruksi dan sektor jasa akan dirilis. Indikator terakhir sangatlah penting, karena sektor non produksi mencapai sekitar 80% dari GDP Inggris. Ditambah dengan risiko politik yang berkelanjutan, maka akan menjadi jelas bahwa pembelian sterling harus ditangani dengan sangat hati-hati. Meningkatnya ketegangan antara UE dan Inggris serta permasalahan Theresa May untuk mempertahankan kepemimpinannya dalam Partai Konservatif dan voting dalam Parlemen akan menjadi katalis untuk penjualan GBP/USD.

Secara teknikal, tembusan support di 1,283 dan 1.2775 akan meningkatkan risiko untuk mengincar target di 88,6% dan 113% untuk pola "Shark".

Grafik harian GBP/USD

Pound: kami hanya memimpikan kedamaian

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading