logo

FX.co ★ GBP / USD: Pound Inggris jatuh ke neraka

GBP / USD: Pound Inggris jatuh ke neraka

Pound Inggris jatuh ke neraka, dan Donal Trump menganggap apa yang terjadi pada akhir tahun lalu di pasar saham Amerika (kami tengah membahas mengenai keruntuhannya) hanya "kegagalan". Berita semacam itu menandai hari trading kemarin di pasar Forex, yang memperkuat posisi dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia.

Data yang dirilis perekonomian Amerika kemarin sore, meskipun negatif, secara umum tidak memengaruhi kesimbangan kekuatan di pasar.

Menurut laporan tersebut, indeks manufaktur AS turun Desember lalu, bersama dengan indeks kepercayaan bisnis.

Menurut Markit, indeks manajer pembelian PMI untuk sektor manufaktur pada bulan Desember 2018 turun ke 53,8 poin, sementara pada bulan November masih sebesar 55,3 poin. Penurunan disebabkan perlambatan pertumbuhan pesanan baru. Saya perlu ingatkan Anda bahwa indeks di atas 50 poin menunjukkan peningkatan aktivitas.

GBP / USD: Pound Inggris jatuh ke neraka

Seperti yang dinyatakan Markit, sejumlah perusahaan melaporkan kesulitan dalam menarik para pekerja dan sumber daya.

Data penjualan ritel dari jaringan utama AS lebih buruk dari prakiraan para ekonom.

Menurut laporan The Retail Economist dan Goldman Sachs, indeks penjualan rantai ritel AS turun 1,3% dalam sepekan dari 23 hingga 29 Desember dibanding pekan lalu. Dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun 2017, indeks penjualan ritel di AS naik 4,6%.

Laporan Redbook lebih positif. Menurut data tersebut, pada 4 pekan pertama bulan Desember, penjualan ritel di Amerika Serikat naik 7,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017. Untuk pekan dari 23 hingga 29 Desember, penjualan naik 9,3% tahun ke tahun.

Seperti yang saya nyatakan di atas, kemarin presiden AS membuat beberapa pernyataan terkait Korea Utara dan prospek pertumbuhan ekonomi Amerika.

Donald Trump dengan senang mengumumkan bahwa dirinya menerima surat penting dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang menyetakan bahwa Korea Utara tidak lagi melakukan pengujian senjata nuklir.

Trump juga membahas ketidakstabilan pasar, menarik perhatian pada kenyataan bahwa intervensi kondisi dan bantuan dari Federal Reserve System saat ini diperlukan. Kemungkinan besar, kami tengah membahas suku bunga dan tingkat kenaikan selanjutnya. Presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan dirinya yakin bahwa kesepakatan perdagangan yang tercapai akan membnatu perekonomian Amerika tahun ini.

Menarik untuk mendengar bagaimana runtuhnya pasar saham baru-baru ini yang Donald Trump sebut sebagai "kegagalan" yang biasa, dengan mengatakan bahwa pasar akan mulai tumbuh kembali setelah kesepakatan perjanjian perdagangan baru.

Sementara itu, pound Inggris jatuh ke neraka dengan latar belakang usaha Perdana Menteri Inggris Theresa May yang gagal untuk mengubah situasi terkait dengan kesepakatan perjanjian mengenai Brexit. Seperti yang diketahui kemarin, May berencana untuk bertemu dengan sejumlah pemimpin UE pada pekan ini untuk membahas lebih lanjut perjanjian yang sebelumnya disepakati mengenai keluarnya Inggris dari UE. Ini merupakan pertemuan dengan Angela Markel dan Perdana Menteri Belanda mark Rutte, serta Presiden Dewan Eropa Donal Tusk.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading