Pasangan Euro-Dolar terus diperdagangkan pada posisi stabil: bears tidak bisa menurunkan harga dalam area figure ke-13, sebaliknya bulls bahkan tak bisa mencapai figure ke-15. Dinamika trading tidak ditentukan oleh volatilitas, dan para trader tidak bisa menentukan untuk mereka sendiri vektor pergerakan pasangan terhadap latar belakang kalender separuh kosong dan liburan tahun baru di China. Selain itu, pasar tengah menunggu peristiwa yang penting, yang akan diadakan pada pukul 21:00 waktu Bagian Timur Amerika Utara.
Kita membahas tentang pidato Presiden AS Donald Trump: ia akan berbicara di depan Kongres dengan pesan tahunan "keadaan negara". Peristiwa ini seharusnya diadakan pada bulan Januari, tapi karena 'shutdown', juru bicara Dewan Perwakilan Rakyat tidak mengizinkan kepala negara Amerika tersebut untuk berpidato di depan Kongres - dan Trump tidak melanggar tradisi yang telah berlangsung lama dan menolak untuk memindahkan tempat diadakannya pidato penting tersebut. Namun kini, dengan memanfaatkan keadaan 'gencatan senjata' sementara, ia tidak akan mengungkapkan pendapatnya terhadap peristiwa saat ini di Amerika Serikat dan di luar negaranya.
Menurut mayoritas ahli, presiden dapat memprovokasi volatilitas yang cukup kuat di antara pasangan Dolar. Terhadap latar belakang kalender perekonomian yang separuh kosong, para trader tidak bisa mengabaikan kesempatan informasi penting tersebut. Lagipula, Trump mungkin akan mengangkat dua topik masalah - pertama, negosiasi AS dan China, dan kedua - prospek munculnya 'shutdown' yang baru. Dengan bergantung pada nada retorikanya, Dolar akan memilih jalur arahnya: apakah akan kembali berada di bawah tekanan kuat, atau akan akan mulai diminati, di tengah meningkatnya sentimen anti risiko.
Di malam sebelum peristiwa politik yang penting ini, Gedung Putih merilis kutipan pidato yang akan dibacakan. Teks yang diumumkan tersebut, jika tidak dapat disebut damai, maka cukup diplomatik: Presiden meminta anggota Kongres untuk "kerjasama yang layak" dan kerjasama pada masalah migrasi, juga meminta untuk "melupakan luka lama". Retorika yang ringan dan tak jelas itu tidak bisa mempengaruhi suasana pasar, namun peristiwa kemarin menunjukkan bahwa keseluruhan teks pidato akan sangat berbeda dari "versi demo" yang dirilis.
Faktanya adalah dua hari yang lalu, pada akun Twitternya, Trump menyalahkan partai Demokrat karena mengabaikan masalah migrasi ilegal, menyebutkan rombongan migran (caravan of migrants) tengah bergerak dari Meksiko ke perbatasan AS. Kicauannya ini jelas terlihat emosional, dilihat dari frekuensi penggunaan huruf besar dan tanda seru. Semua ini menunjukkan bahwa Trump masih tidak siap untuk berkompromi dengan Partai Demokrat mengenai pembangunan dinding perbatasan - dan hal ini, pada gilirannya, berarti bahwa pada tanggal 15 Februari, Amerika Serikat mungkin kembali memulai 'shutdown'.
Mengantisipasi algoritma serangkaian peristiwa tersebut, sejumlah analis politik memperingatkan bahwa Trump dapat mengambil posisi yang agak sulit pada masalah ini, karena tidak memiliki jalan kembali. 'Shutdown' yang memecahkan rekor telah menyebabkan kerugian besar di negara tersebut, dan jika pada akhirnya Presiden tidak "menekan" situasi pada akhir yang logis, ia bisa mengalami kerugian "personal", dalam konteks peringkat politik.
Oleh karena itu, para ahli tidak mengecualikan bahwa Trump akan kembali mengancam untuk memberlakukan keadaan darurat di negara itu jika negosiasi dengan Partai Demokrat mengenai pembiayaan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko terhenti kembali. Perlu diingat juga bahwa seminggu yang lalu, Trump, dalam wawancara dengan publikasi Amerika yang berpengaruh, menyatakan bahwa ia tidak akan menyetujui kompromi jika anggota parlemen, sebagai gantinya, menawarkan untuk mengadopsi RUU yang memberikan kewarganegaraan untuk imigran ilegal yang memasuki Amerika Serikat saat masih kanak-kanak. Ia menjelaskan bahwa pertanyaan ini "bukan subyek untuk pertukaran" dan tidak bisa dibandingkan dalam konteks ini. Dengan kata lain, risiko 'shutdown' yang berulang tengah muncul kembali, dan retorika Trump hanya dapat memicu kegelisahan terhadap prospek seperti itu, memberi tekanan kuat pada Dolar.
Untuk pembicaraan antara AS-China, di sini, menurut ekspektasi umum, Presiden akan menyuarakan penilaian optimis - dan fakta ini cenderung diabaikan oleh pasar. Jika Trump mengakui bahwa ada banyak masalah yang sulit diatasi (pada kenyataannya, setelah mengumumkan kelanjutan konflik dagang sejak tanggal 1 Maret), maka permintaan untuk Dolar akan meningkat, karena sentimen panik akan berlanjut di antara para trader. Namun skenario ini tidak mungkin terjadi, mengingat proses yang masih berlanjut antara Beijing dan Washington.
Maka, Trump bisa "membangkitkan" pasar apatis (phlegmatic market) - namun hanya jika ia memungkinkan untuk menunjukkan keadaan darurat minggu depan. China juga akan menjadi pusat perhatian para trader, namun pada kasus ini, Presiden tidak mungkin mengungkapkan detail negosiasi (mungkin dengan bantuan frasa umum). Jika kepala negara ini menunjukkan pengekangan dan diplomasi, maka konfigurasi pasangan Dolar tidak akan mengalami perubahan fundamental.
