Menurut analis, pertumbuhan aktif pada harga minyak mentah brent di 1,25%, menuju ara $72 per barel, dikarenakan berita negatif dari Timur Tengah. Katalis untuk kenaikan ini adalah pernyataan dari Khalid al-Falih, Menteri Energi Arab Saudi, yang melaporkan serangan terhadap dua tanker minyak di semenanjung Al-Fujairah, yang merupakan bagian dari UEA.
Sebelumnya, media Iran dan Libanon juga melaporkan ledakan di pelabuhan Al-Fujairah. Menurut kementerian energi Arab Saudi, dua tanker minyak Saudi telah menjadi target serangan sabotase dalam zona ekonomi Uni Emirat Arab. Salam satunya menuju ke pelabuhan Ras Tanura untuk memuat minyak yang akan dikirimkan kepada klien Saudi Aramco di Amerika Serikat.
Dalam serangan ini tidak ada korban ataupun tumpahan minyak, namun mengakibatkan kerusakan besar di kedua kapal. ucap Khalid al-Falih. Ia menyatakan sikap yang sangat negatif terhadap insiden itu, menekankan bahwa serangan itu bertujuan merusak kebebasan navigasi maritim dan memasok minyak ke konsumen di seluruh dunia, dan meminta komunitas internasional untuk membantu memastikan keamanan.
Selama insiden ini, pihak otoritas Saudi tidak berusaha mencari informasi mengenai apa yang terjadi. Sejumlah ahli yakin bahwa hal ini dilakukan untuk memperjelas kenaikan lebih lanjut dalam tekanan AS terhadap Iran. Banyak investor khawatir bahwa di masa mendatang konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran akan meningkat dan berdampak merugikan pasar global khususnya di bidang bahan baku.
