logo

FX.co ★ Dolar yang berbahaya: melonggar, bukan melemah

Dolar yang berbahaya: melonggar, bukan melemah

Dolar yang berbahaya: melonggar, bukan melemah

Mata uang AS, terlepas dari stabilitas dan permintaan tinggi bertahun-tahun, akan mengalami masa sulit. Mata uang ini di bawah tekanna karena faktor-faktor eksternal dan internal, yang dengan keras dilawan dolar. para analis yakin bahwa greenback yang kuat akan terpaksa melemah dalam waktu dekat ini.

Di antara alasan yang melemahkan posisi dolar AS, para analis menyebut tren negatif dalam perekonomian AS dan situasi politik yang tidak stabil di Eropa terkait dengan Brexit. Faktor-faktor tersebut berdampak negatif pada nilai tukar EUR / USD, mencegahnya stabil. Pekan lalu, pasangan ini mencapai titik tertinggi tujuh pekan, mendekati nilai mengesankan di titik 1.1170. Respon pasar adalah peningkatan jumlah prakiraan"bullish", yang belum kehilangan relevansinya.

Banyak analis meragukan bahwa dolar AS akan mempertahankan status jangka panjangnya sebagai mata uang safe haven dalam waktu dekat. Mereka yakin dolar akan bertekuk lutul pada mata uang Eropa. Namun, sejumlah analis mendesak untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, karena situasi seputar Brexit berlawanan dengan euro. Pada akhir pekan lalu, memberikan harapan penyelesaian cepat masalah yang berlarut-larut ini, euro meninggalkan pasar dengan jumawa. Ada kemungkinan bahwa topik Brexit akan dimulai kembali, yang akan berdampak negatif tidak hanya pada pound Inggris, tetapi juga dolar terhadap euro.

Dalam beberapa pekan terakhir, para ahli telah mencatat penurunan tajam mata uang AS. Beberapa analis mengemukakan sebuha versi bahwa para elit Amerika tengah mencoba melemahkan greenback secara artifisial. Para ahli sampai pada kesimpulan tersebut, mengamati pertengkaran Presiden AS Donald Trump dengan Federal Reserve dan upaya untuk menekan regulator. Kepala Gedung Putih tersebut telah berulang kali menyatakan bahwa kebijakan Fedlah yang membuat mata uang nasional terlalu kuat. Jika dolar memperkuat posisinya, pasar harus melemahkannya secara artifisial, kata para analis.

Salah satu tugas utama saat ini, para ahli yakin, adalah mencegah kemungkinan jatuhnya pasar saham AS. Dalam hal ini, sedikit pelemahan mata uang AS memainkan peran penting. Untuk mencegah bencana finansial, The Fed telah memutuskan untuk menghilangkan defisit likuiditas dolar, mengisi ekonomi dengan uang "hidup" dengan bantuan pelonggaran kuantitatif (QE). Sederhananya, The Fed telah menghidupkan mesin cetak. Ingat, pemompaan ekonomi AS putaran sebelumnya dengan uang "segar" terjadi pada 2013. Pada saat yang sama, Ketua Fed Jerome Powell bermain dengan kata-kata, tidak menyebut penumpukan neraca saat ini sebagai program QE, tetapi intinya tidak berubah: suku bunga diturunkan, dolar dicetak, dan dolar secara bertahap mereda.

Menurut Scotiabank, mata uang AS akan terus melemah hingga awal tahun depan. Penyebabnya, para ahli percaya, adalah penurunan minat investor pada aset safe haven. Sebelumnya, mata uang AS berhasil mempertahankan status ini, tetapi kini situasinya telah berubah. Kemajuan dalam pembicaraan dagang AS-China dan perkembangan kecil Brexit, tapi positif, menambah negatifitas dolar. Sebelumnya, eskalasi konflik memicu peningkatan pembelian Treasury oleh non-penduduk, berkontribusi pada aliran modal ke Amerika Serikat. Saat ini, masalahnya diperburuk oleh statistik makro negatif, serta posisi short yang berlebihan di euro dan pound, yang ingin ditutup oleh para pelaku pasar. Situasi serupa memprovokasi reli EUR / USD, kata para analis. Pasangan ini diperdagangkan di kisaran 1,1177-1,1178 pada Senin pagi, 21 Oktober. Para analis memperingatkan kejatuhannya dalam waktu dekat.

Dolar yang berbahaya: melonggar, bukan melemah

Perhitungannya ternyata benar: penurunan pasangan EUR / USD selanjutnya benar-benar terjadi. Saat ini, pasangan jatuh ke 1,1156-1,1157. Kemudian melewati ambang tersebut.

Dolar yang berbahaya: melonggar, bukan melemah

Saat ini, pasangan EUR / USD berada di kisaran 1,1168-1,1169. Setelah penurunan tajam, pasangan ini mendapatkan momentum dan berhasil memenangkan kembali posisi yang hilang. Jumat lalu, euro menguat di tengah melemahnya dolar AS, yang berada di bawah tekanan di tengah berita positif Brexit.

Dolar yang berbahaya: melonggar, bukan melemah

Para ahli mengasosiasikan mata uang AS dengan tentara gigih yang tidak takut kesulitan dan menggebu dalam perang. Greenback benar-benar mencoba untuk mempertahankan dan memperkuat kenaikannya, meskipun ada faktor yang berlawanan. Dua mantan ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) mencoba membantu greenback. Mereka adalah Christopher Giancarlo, ketua CFTC, dan Daniel Gorfine, kepala LabCFTC. Mereka mengusulkan rencana untuk menyelamatkan hegemoni global mata uang nasional kepada otoritas AS. Ini terdiri dari pengenalan dolar digital berdasarkan pada teknologi blockchain. Menurut pemodal, format digital akan membantu mata uang AS mempertahankan daya saing tinggi di masa depan.

Menurut perhitungan C. Giancarlo dan D. Gorfine, dolar virtual dapat digunakan untuk transaksi keuangan baik di Amerika Serikat maupun di luar negeri. Spesialis mencatat bahwa sistem pembayaran baru memiliki beberapa keunggulan dibandingkan yang telah ada. Ini termasuk kecepatan transaksi yang hampir seketika, kemampuan untuk melakukan pembayaran mikro, tingkat keamanan yang tinggi dan transparansi. Katalisator inisiatif ini adalah kekhawatiran atas kemungkinan hilangnya peran dominan dolar dalam sistem keuangan global. Hilangnya kepemimpinan greenback dalam ekonomi global akan menyebabkan konsekuensi bencana, kata C. Giancarlo dan D. Gorfin. Jika skenario ini terealisasi, pasar keuangan dan bursa mungkin menderita, dan permintaan global terhadap utang AS akan mereda secara substansial, para pemodal menyimpulkan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading