
Menurut beberapa pakar, situasi terkini seputar penguatan greenback memicu risiko perlambatan atau bahkan pelemahan ekonomi AS. Penguatan signifikan posisi dolar ke nilai tertinggi selama empat bulan terahkir telah menjadi rintangan potensial lainnya untuk pertumbuhan ekonomi nasional, para pakar mengatakan.
Banyak pakar yakin bahwa daya tarik greenback sebagai aset safe haven secara signifikan meningkatkan risiko untuk ekonomi AS. Yang semakin memperburuk keadaan adalah meningkatnya kekhawatiran mengenai epidemi virus, yang menambah ketegangan dan mempertebal awan suram pada ekonomi AS.
Menurut para analis, status mata uang simpanan, seperti aset safe haven, sama-sama menjadi anugerah dan kutukan. Sisi positifnya adalah negara yang menerbitkan mata uang simpanan internasional utama akan terkena imbasnya dalam hal defisit anggaran. Sisi negatifnya adalah fakta bahwa defisit perdagangan yang terus-menerus dapat memperlemah basis industri AS. Sebagai tambahan, para pakar dan perwakilan dari Federal Reserve mengkhawatirkan konsekuensi negatif dari epidemi virus corona. Para pakar mengatakan ini menciptakan risiko tambahan untuk ekonomi global. Pada waktu yang sama, regulator tersebut tidak berniat untuk mengubah baik suku bunga ataupun kebijakan moneternya pada 2020.
Menganalisis situasi dengan penguatan greenback, para pakar menyoroti fakta bahwa posisi penerbit mata uang global memiliki keuntungan dan juga efek samping yang signifikan. Nilai positif dari situasi ini adalah analis menerima produk dari luar negeri tanpa harus memproduksi produk yang diekspor dengan jumlah yang sama. Pada waktu yang sama, negara-negara lain kehilangan hak istimewa tersebut dan harus mengekspor produk mereka demi membayar impor yang diterima. AS yang menerbitkan mata uang global menduduki posisi eksklusif dalam pasar keuangan global. Situasi ini sangatlah menguntungkan bagi greenback, dan selalu memanfaatkan situasi ini untuk menekan euro.
Para pakar mengharapkan koreksi yang kuat terkait mata uang Eropa. Saat ini, tidak ada tanda-tanda akselerasi ekonomi Eropa, jadi kegelapan telah datang untuk euro. Menurut para pakar, ECB harus memantau situasi terkini atau kembali melakukan intervensi, dengan menggunakan langkah-langkah insentif untuk memulihkan kebijakan moneter. Keadaan negara saat ini membuat pasangan EUR/USD mengalami volatilitas terkuat, yang tercatat pada Selasa, 11 Februari. Kemarin, pasangan ini turun ke 1,0911, mencoba bergerak ke level-level tinggi yang baru. Sebagian dicapai.

Pada Rabu, 12 Februari, pasangan EUR/USD, dengan cepat mengumpulkan momentum dari membumbung ke 1,0922. Saat ini, pasangan ini berlari dalam rentang ini dan mencoba untuk naik lebih tinggi.

Menurut para analis, dolar tidak perlu mengkhawatirkan apapun saat ini, karena ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda akselerasi, tidak seperti euro. Namun, keadaan dapat berubah dalam jangka panjang, para pakar memperingatkan. Mereka mencatat pertumbuhan kesenjangan antara posisi ekonomi AS di dunia dengan peran greenback dalam ekonomi global. Bias semacam ini dapat menghancurkan keseimbangan yang rapuh di antara mereka, para pakar mengatakan. Jika daya ekonomi AS berkurang, hak istimewa greenback akan tetap semakin berkurang, pakar menyimpulkan.
