logo

FX.co ★ Minyak tengah cari titik dasar

Minyak tengah cari titik dasar

Minyak tengah cari titik dasar

Pada hari Senin, minyak mentah diperdagangkan di bawah $ 20 per barel. Para trader berasumsi bahwa produksi minyak akan berhenti, karena permintaan terhadapnya, sehubungan dengan virus korona, turun secara signifikan.

Industri minyak saat ini menghadapi penurunan permintaan minyak terbesar dalam sejarah, dan para analis, serta para trader, percaya bahwa harga minyak akan terus turun dalam waktu dekat.

Ada juga spekulasi bahwa pada bulan April, surplus minyak dapat mencapai 25 juta barel.

Jason Bordoff, direktur pendiri Pusat Kebijakan Energi Global dan mantan penasihat energi untuk pemerintahan Obama, mengatakan bahwa keruntuhan bersejarah ini belum berakhir karena segera, kita akan melihat banyak penutupan produksi minyak, karena produsen kemungkinan akan dipaksa untuk menghentikan produksi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri minyak modern.

Dengan biaya yang lebih tinggi terhadap produsen seperti serpih AS dan pasir minyak Kanada, harga saat ini tidak menguntungkan, sehingga secara alami, perusahaan-perusahaan ini akan sangat berharap bahwa produsen kecil lainnya akan menghentikan produksi mereka terlebih dahulu. Selain itu, menurut Baker Hughes, penurunan minyak yang cepat telah menyebabkan pengurangan rig pengeboran di AS pekan lalu. Para analis mengatakan bahwa industri minyak AS kemungkinan besar akan menyusut menjadi 2,5 juta barel per hari pada akhir tahun 2021, terlepas dari kenyataan bahwa AS telah sangat memperluas industri ini dalam beberapa tahun terakhir. Produksi berbiaya tinggi lainnya, dari laut Utara hingga ladang di Asia, juga di bawah tekanan. Perusahaan minyak terbesar, tentu saja, memotong pengeluaran modal atau mempelajari rencana untuk menurunkannya.

Sementara itu, Mathios Rigas, CEO Energean Oil & Gas, mengatakan bahwa perusahaan yang lebih lemah akan bangkrut. "Kami akan melihat hambatan besar pada keputusan investasi," kata Rigas. "Kami berada di dunia yang berbeda, tetapi akan ada yang selamat," lanjutnya, menambahkan bahwa beberapa perusahaan akan melihat peluang investasi sementara yang lain akan bangkrut.

AS telah memberikan sedikit tekanan pada Arab Saudi untuk mengurangi produksi minyak, karena penurunan permintaan memberikan dampak yang jauh lebih besar pada harga.

Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy, mengatakan bahwa penurunan permintaan minyak adalah faktor utama mengapa harga minyak turun. Menurutnya, penurunan melebihi peningkatan pasokan "sebanyak 4-5 kali,". "Rantai pasokan di pasar minyak rusak karena kerugian yang sangat besar," kata Tonhauser. Menurutnya, kilang mengurangi pemrosesan minyak mentah menjadi bahan bakar, dan perusahaan minyak mungkin mulai menutup sumur produksi.

Sementara itu, kemarin, Trump dan Putin melakukan percakapan telepon, membahas penyebaran virus korona di seluruh dunia. Mereka sepakat untuk berkonsultasi dengan departemen energi, guna menstabilkan harga minyak. Setelah itu, minyak WTI melonjak sebesar 7%, sedangkan Brent naik sebanyak 3,6%.

Minyak tengah cari titik dasar

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading