
The Bank of England segera memperkenalkan paket bantuan baru ke Inggris.
Ini adalah program lain untuk pembelian obligasi dalam jumlah setidaknya 100 miliar pound atau $127 miliar.
Ternyata, bank sentral akan bergabung dengan rekan-rekan sesama bank sentral dari seluruh dunia, termasuk Federal Reserve AS.
Namun, suku bunga tidak akan turun, karena anggota komite memberi suara 8 berbanding 1 untuk mempertahankan suku bunga di 0,1%, serta untuk melanjutkan program pembelian obligasi saat ini sebesar 200 miliar pound yang memungkinkan bank sentral untuk membeli obligasi pemerintah, obligasi investasi korporat, dan obligasi non finansial. Target bank adalah untuk mencapai inflasi 2%, jadi bank menggunakan seluruh sarana yang tersedia untuk menopang pertumbuhan dan ketenagakerjaan.
Sementara itu, meskipun Inggris telah mencabut sebagian besar pembatasan karantina, ekonomi Inggris masih di bawah salah satu resesi terdalam, dimana kenaikan pengangguran yang signifikan terlihat. Bulan lalu, bank sentral Inggris mengumumkan bahwa resesi saat ini adalah yang terburuk sejak 1706.
Dengan demikian, selain dukungan yang disediakan oleh bank sentral, pemerintah Inggris juga tengah menyiapkan paket lain untuk membantu ekonomi, termasuk menurunkan pajak penjualan dan pendanaan transportasi utama dan proyek-proyek ramah lingkungan.
Saat ini, sudah ada beberapa program bantuan yang sangat mahal untuk menopang ekonomi seperti pembatasan PHK di Inggris.
"Pertumbuhan risiko pengangguran, yang semakin meningkat di musim panas, menekankan bahwa ekonomi kemungkinan tidak akan kembali ke level sebelumnya dalam waktu dekat," kata James Smith, ekonom pasar di ING.
Inggris juga menghadapi risiko ekonomi karena keputusan bersejarahnya meninggalkan Uni Eropa pada bulan Januari.
Ini berarti bahwa prospek untuk negara, serta ekonomi global tetap tidak pasti.
