Timeframe 4 jam

Detail teknikal:
Channel regresi linear atas: arah - ke bawah.
Channel regresi linear bawah: arah - ke atas.
Moving average (20; smoothed) - ke bawah.
CCI: -78.7393
Pound sterling Inggris yang dipasangkan dengan mata uang AS pada hari Jumat memulai babak baru koreksi kenaikan. Namun pada umumnya, pound terus diperdagangkan dengan cukup tenang dalam beberapa hari terakhir dan dengan bias penurunan yang jelas. Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami mengharapkan kelanjutan tren penurunan, karena ada banyak faktor teknikal yang mendukung hal ini. Mulai dari rebound harga dari 61.8% Fibonacci level setelah penurunan pada 1 September, hingga harga kembali melewati garis moving average dan overbought pound Inggris yang dalam kondisi fundamental saat ini. "Pondasi" pada umumnya adalah percakapan yang terpisah yang memiliki dampak kompleks pada pasar valuta asing dan pelakunya. Mungkin untuk pasangan pound/dolar, "Pondasi"nya paling kompleks dan membingungkan. Selain permasalahan Amerika dan pilpres mendatang, yang telah sering kami tuliskan, masih ada banyak permasalahan yang sangat besar untuk pasangan GBP/USD, prospek yang sangat lemah untuk ekonomi Inggris dan permasalahan minimnya kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa. Dengan demikian, untuk pound sterling, latar belakang fundamentalnya buruk dan untuk mata uang AS juga "tidak baik".
Situasi dengan virus corona di Inggris juga tidak lebih baik dari AS. Jika di AS sekarang terdapat kenaikan kasus hingga 100.000 per hari (dengan populasi 328 juta), maka di Inggris ada kenaikan hingga 25.000 per hari (dengan populasi 66 juta). Jika dibandingkan, angkanya kurang lebih sama. Namun, akhir pekan ini diketahui bahwa Boris Johnson memutuskan untuk mengikuti contoh dan kolega asal Jerman dan Prancis yang juga memperkenalkan "lockdown" kedua dari 5 November sampai 2 Desember. "Mulai Kamis, pesan utamanya adalah sama seperti 'lockdown' musim semi - tetap di rumah," kata Johnson. Namun, 'lockdown' kali ini tidak akan seketat seperti pada musim semi. Pertama, sekolah dan universitas diperbolehkan beroperasi. Warga Inggris diperbolehkan untuk pergi ke toko, bekerja, ke dokter, dan ke orang-orang terkasih mereka. Pada umumnya, semua pembatasan hanya berlaku untuk sektor jasa dan hiburan. Toko-toko (semua kecuali toko kebutuhan pokok), salon kecantikan, penata rambut, gym dan berbagai tempat hiburan akan ditutup. Semua perjalanan ke luar negeri, kecuali untuk pekerja dilarang. Dengan demikian, warga Inggris memiliki akses terbatas untuk ke jasa dan hiburan, sementara Johnson berupaya menjaga ekonomi tetap terbuka sebanyak mungkin. Namun, sebelumnya PM Inggris menyatakan bahwa tidak akan ada "lockdown" lagi. Dan sebelumnya ia mengatakan "lebih baik mati dalam selokan daripada meminta Uni Eropa memperpanjang tenggat waktu untuk negosiasi". Ini bukanlah pertama kalinya Johnson melupakan pernyataan sebelumnya. Di sisi lain, dalam beberapa hari ini kita akan dapat mengetahui apa hasil dari tindakan tersebut untuk Donald Trump, yang seringkali mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar, tidak penting dan menyesatkan. Selain itu, Johnson mengatakan bahwa perayaan Natal tahun ini bisa jadi sangat berbeda dari biasanya dan usaha skala kecil dan menengah dapat menderita kerugian besar. Namun, kami tetap menyetujui langkah dari pemerintah Inggris dalam persoalan ini, karena kita berbicara mengenai hidup dan kesehatan warga Inggris.
Sementara itu, masih belum ada informasi mengenai negosiasi perjanjian perdagangan Brexit. Babak selanjutnya dari pembicaraan seharusnya berakhir pada Kamis lalu, namun, tidak ada pidato dari Boris Johnson, Michel Barnier, David Frost, Ursula von der Leyen, atau Charles Michel mengenai hal ini. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa negosiasi masih berlanjut, tapi kita hanya dapat menduga adanya atau tidak adanya kemajuan dalam negosiasi. Di sisi lain, jika negosiasi berlanjut sepanjang waktu ini, maka ada beberapa kemajuan. Babak negosiasi sebelumnya selalu berakhir kurang dari satu minggu. Biasanya, kedua belah pihak dengan cepat menyimpulkan bahwa tidak ada yang ingin menyerah dan tetap berpisah hingga tahap berikutnya. Namun, kali ini, kelompok Michel Barnier dan David Frost membutuhkan waktu yang lama untuk membahas mengenai hubungan antara Inggris dan Uni Eropa di masa depan. Dengan demikian, memungkinkan untuk menduga bahwa kedua belah pihak masih membuka pintu. Pertanyaan ini di sini berbeda. Akankah kemajuan ini cukup untuk mencapai perjanjian perdagangan? Bagaimanapun, ada beberapa isu penting dan kontroversial di antara kedua belah pihak, dimana akan sangat sulit untuk mencapai kompromi. Tapi Brussels dan London inggin merampungkan bukan hanya perjanjian, tapi perjanjian dalam waktu yang ditetapkan, jadi mulai 1 Januari 2021, mereka tidak perlu bertransaksi satu sama lain di bawah peraturan WTO. Dengan demikian, mereka perlu maksimum dua minggu untuk mencapai konsensus, setelahnya negosiasi sekali lagi dapat dipersingkat. Pada prinsipnya, situasi di sini sama dengan pilpres AS. Trader tidak memiliki pilihan selain menunggu informasi. Kami tidak menyarankan untuk menduga bagaimana negosiasi akan berakhir, karena ini adalah tugas yang sulit.
Nah, di pekan yang baru, akan ada peristiwa penting lainnya untuk pound Inggris, yaitu rapat Bank of England. Mengingat bahwa regulator Inggris tersebut telah membahas mengenai menambah program pelonggaran kuantitatif untuk waktu yang lama. Selain itu, pelaku pasar juga memiliki sedikit keraguan bahwa bank sentral akan memperkenalkan suku bunga negatif. Namun, jika suku bunga negatif diperkirakan akan diberlakukan oleh pasar pada 2021, Bank of England kemungkinan besar akan memutuskan untuk menambah program QE pada Kamis ini. Pada prinsipnya, ini adalah keputusan yang logis dan sudah diharapkan dari Bank of England, karena ekonomi Inggris tidak hanya mengalami permasalahan saat ini tapi juga hampir pasti akan terus mengalaminya hingga 2021. Pmulihan PDB Inggris pada kuartal ketiga, menurut estimasi awal, tidak terlalu tinggi, sekitar 15% q/q setelah kerugian 19,8% q/q pada kuartal kedua. Selain itu, "lockdown" kedua mempengaruhi ekonomi Inggris, meski menurut kami, karantina ini akan lebih longgar dari yang diberlakukan pada musim semi. Dengan demikian, regulator Inggris tidak memiliki opsi selain terus melonggarkan kebijakan moneter.

Volatilitas rata-rata GBP/USD saat ini sebesar 109 poin per hari. Untuk pasangan pound/dolar, angka ini "tinggi". Pada Senin, 2 November, oleh karena itu, kami mengharapkan pergerakan di dalam channel yang dibatasi oleh level 1.2833 dan 1.3051. Reversal indikator Heiken Ashi ke bawah dapat mensinyalkan kemungkinan kelanjutan pergerakan menurun.
Level support terdekat:
S1 – 1.2939
S2 – 1.2878
S3 – 1.2817
Level resistance terdekat:
R1 – 1.3000
R2 – 1.3062
R3 – 1.3123
Rekomendasi trading:
Pasangan GBP/USD telah memulai babak baru pergerakan korektif pada timeframe 4 jam. Dengan demikian, hari ini disarankan untuk membuka short position baru dengan target di 1.2878 dan 1.2833 segera setelah indikator Heiken Ashi berbalik turun. Disarankan trading pasangan ini untuk kenaikan dengan target di 1.3062 dan 1.3123 jika harga kembali mencapai di atas garis moving average.
