logo

FX.co ★ Pound naik tajam karena vaksin baru melawan COVID-19

Pound naik tajam karena vaksin baru melawan COVID-19

Pound naik tajam karena vaksin baru melawan COVID-19

Muncul berbagai opini mengenai dinamika lebih lanjut pound, yang menunjukkan volatilitas setelah pemilihan presiden AS. Salah satunya menunjukkan pertumbuhan pesat pound dalam kondisi saat ini, khususnya perilisan vaksin baru melawan COVID-19 yang diciptakan oleh Pfizer dan BioNTech.

Berdasarkan perhitungan Robin Winkler, ahli strategi mata uang di Deutsche Bank, pound diharapkan mendominasi setelah pengembangan dan uji coba yang pertama kali berhasil dari vaksin virus corona yang diciptakan oleh perusahaan farmasi asal Amerika Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech. Winkler yakin bahwa pound akan diuntungkan dengan mengambil alih mata uang Big Ten (G-10) lainnya).

Selanjutnya ia mengatakan bahwa semua mata uang berisiko akan memimpin setelah vaksin baru muncul. Ahli strategi ini yakin bahwa GBP akan menerima keuntungan terbanyak dari hal ini. Di sini, kita dapat mempertimbangkan dua faktor penting yang berkontribusi pada pertumbuhannya: akses pemerintah Inggris terhadap obat Pfizer dan imbas negatif yang kuat dari COVID-19 terhadap ekonomi negara tersebut. Ahli strategi Deutsche Bank tersebut percaya bahwa vaksin yang baru akan mengubah secara fundamental kenyataan ekonomi saat ini dan masa depan di Inggris.

Namun, situasi sat ini sedikit mengguncang pound yang dinamikanya tidak stabil. Keputusan Bank of England untuk menaikkan program pembelian obligasi pemerintah sejumlah 150 miliar pound dapat mengancam pound. Hasilnya, jumlah uang program akan mencapai 895 miliar pound. Para pakar mengatakan ini tidak menambah optimisme terhadap pound. Hari ini, pasangan GBP/USD diperdagangkan dalam rentang 1.3262-1.3263, mencoba melampaui batas yang ditetapkan, tapi gagal.

Pekan ini, mata uang Inggris memperkuat posisinya, dalam pandangan tahap negosiasi Brexit selanjutnya yang tidak berhasil. Perlu diingat bahwa Parlemen Inggris mengkritik RUU dari PM Boris Johnson, mempertimbangkannya berlawanan dengan kondisi keluarnya Inggris dari UE. Oleh karena itu, negosiasi lanjutan Brexit telah mencapai jalan buntu dan ini memaksa pound untuk menyeimbangkan risiko penurunan dan stabilitas relatif.

Pada waktu yang sama, pound ditahan oleh kemungkinan memasuki suku bunga negatif. Meskipun peluangnya kecil, tapi situasi ini tidak dapat dikesampingkan. Dengan demikian, para pakar mengatakan bahwa pound kemungkinan tidak akan terus tumbuh. Kemunculan vaksin baru melawan COVId-19 memberikan dorongan pada pound, tapi kenaikannya hanya sementara. Banyak faktor seperti kemungkinan suku bunga nol, isu ekonomi, dan permasalahan jangka panjang dengan Brexit menghadang pound untuk naik.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading