logo

FX.co ★ Emas mungkin tidak akan berhasil mencapai ketinggian $ 3000

Emas mungkin tidak akan berhasil mencapai ketinggian $ 3000

Emas mungkin tidak akan berhasil mencapai ketinggian $ 3000

Banyak prediksi positif mengenai harga emas tahun depan. Namun, beberapa ahli menilai situasi dengan lebih positif pada pasar logam mulia, dan mempercayai bahwa hampir tidak mungkin emas akan mencapai level $ 300 untuk 1 ons keatas.

Minggu ini kita mulai dengan harga emas yang menunjukkan tren menurun. Sehingga pasar khawatir akan pembalikan yang hampir sebesar 180 derajat, dan mengabaikan tren kenaikan beberapa bulan terakhir. Para ahli memperbaiki koreksi logam mulia ini dan masih khawatir bahwa kondisi negatif akan terus berlanjut terhadap emas.

Perlu diingat bahwa emas telah menunjukkan tren kenaikan yang stabil selama dua tahun terakhir, dari Agustus 2018 hingga November 2020. Dua tahun yang lalu, harga emas tidak melebihi $ 1180 per ons, meskipun ada kenaikan kerekor $2000 dari waktu ke waktu. Kemarin, tercatat bahwa harga emas turun kelevel kritis $1765 per ons, yang sangat mengkhawatirkan pasar. Dan hari ini, logam mulian ini sedikit naik dan mengatasi level tersebut. Sehingga saat ini diperdagangakan pada $1986 per ons, tidak akan menghasilkan dan berusaha mencapai puncak baru.

Emas mungkin tidak akan berhasil mencapai ketinggian $ 3000


Ahli strategi mata uang dari Bank of America percaya bahwa pada tahun depan akan sulit bagi logam yang terindikasi. Kemungkinan besar pelepasan vaksin COVID-19 akan memberi tekanan pada kutipannya. Sebelumnya, BoA menegaskan faktor ini berpengaruh signifikan terhadap penurunan emas. Mengingat kondisi saat ini, para ahli pun telah menyesuaikan perkiraan sebelumnya untuk emas kesisi negatifnya. Saat ini Bank of America percaya bahwa emas tidak akan mungkin naik menjadi $ 3000 per ons. Dan berdasarkan perhitungan mereka, harga emas akan bergerak disekitar $ 2063 per ons.

Disisi lain, beberapa ahli berpendapat cukup positif terhadap prospek emas dalam jangka panjang. Bank of America percaya bahwa logam mulian ini masih akan mengatasi hambatan $ 2000 per ons ditengah stimulus moneter dari bank sentral. Ahli strategi mata uang pada bank Citigroup juga memperkirakan harga akan naik menjadi $ 2500 per ons.

Mereka meyakini ada beberapa faktor yang akan berkontribusi terhadap kenaikan harga logam mulia ini ditahun 2021, terutama program insentif kuantitatif (QE) yang sudah ada, yang didukung oleh para regulator. Para ahli menyatakan bahwa hal ini memungkinkan emas tumbuh sepanjang tahun 2020. Faktor-faktor lain seperti melemahnya USD, resiko inflasi yang tinggi, penurunan tajam dalam imbal hasil aset-aset utama dan volatilitas yang kuat dipasar keuangan juga merupakan kontribusi pada pertumbuhan harga emas.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading