logo

FX.co ★ EUR/USD: dolar tetap dalam tekanan, dan euro akan nikmati kesuksesan selama pasar mengikuti skenario Fed

EUR/USD: dolar tetap dalam tekanan, dan euro akan nikmati kesuksesan selama pasar mengikuti skenario Fed

EUR/USD: dolar tetap dalam tekanan, dan euro akan nikmati kesuksesan selama pasar mengikuti skenario Fed

Bulan lalu ditandai dengan kenaikan nyata mata uang AS, yang menguat terhadap pesaing utamanya sebesar hampir 3%.

Kenaikan yield obligasi 10 tahun, yang mencapai level tertinggi sejak Januari tahun lalu di sekitar level 1,77% pada Maret, membebani saham dan mendukung dolar.

Ancaman meningkatnya tekanan inflasi di Amerika Serikat terkait dengan aktifnya stimulus moneter dan fiskal di negara tersebut tidak menambah optimisme pelaku pasar.

Pada saat yang sama, perwakilan Federal Reserve mencoba meyakinkan investor dengan pernyataan bahwa suku bunga rendah di Amerika Serikat akan bertahan dalam waktu lama, dan kenaikan tajam yield treasury mencerminkan peningkatan level pemulihan dalam kegiatan ekonomi di negara tersebut. Banyak yang kemudian percaya bahwa regulator hanya menutup mata terhadap masalah penjualan aktif di pasar utang, dan khawatir bahwa Bank Sentral AS akan terpaksa untuk mulai membatasi stimulus moneter jelang tenggat waktu yang ditentukan dalam prakiraan ekonominya.

Bull dolar membuat rencana untuk mengembangkan tren naik USD ke arah 94.25–94.30 (titik tertinggi November 2020).

Namun, pada permulaan April, sentimen investor berubah signifikan. Selama dua minggu pertama bulan itu, pasar saham AS memperbarui posisi tertinggi sepanjang masa hampir setiap hari. Dolar kehilangan lebih dari setengah dari pertumbuhannya belakangan ini ini.

Faktanya, faktor-faktor yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran atas kelanjutan pertumbuhan aset berisiko dan mendorong dolar pelindung naik, kini mengubah sentimen pasar sebesar 180 derajat.

Sebelumnya, indeks S&P 500 memperbarui rekor tertinggi, dan dolar jatuh ke posisi terendah tiga minggu akibat rilis data inflasi AS untuk bulan Maret.

Bulan lalu, harga konsumen di Amerika Serikat naik 0,6% sebulan. Investor memperkirakan lonjakan inflasi yang lebih besar, namun kenaikan indeks pada bulan Maret hanya sedikit melampaui prakiraan.

Selain itu, kenaikan indeks CPI sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga energi, yang mungkin akan stabil dalam beberapa bulan mendatang.

Tekanan harga yang kecil memaksa investor untuk menganggap serius pernyataan perwakilan Fed belum lama ini.

Lihat juga: Mulai trading Forex dengan broker level Eropa!
EUR/USD: dolar tetap dalam tekanan, dan euro akan nikmati kesuksesan selama pasar mengikuti skenario Fed

Menurut Richard Clarida, wakil ketua Federal Reserve, regulator memperkirakan inflasi akan naik di atas 2% untuk sementara tahun ini, lalu kembali ke sekitar 2% pada akhir tahun.

Tampaknya, pasar masih mengikuti skenario Fed, mengingat kontrak futures indeks saham besar AS melonjak pasca rilis data inflasi, dan dolar kembali bereaksi terhadap rilis tersebut dengan penurunan.

Penurunan dolar pada hari Selasa juga terjadi akibat penurunan yield obligasi AS, yang mengurangi daya tarik mata uang AS, karena permintaan terhadap lelang obligasi 30 tahun yang stabil lebih penting dari faktor pertumbuhan inflasi konsumen.

Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun kemarin turun menjadi 1,622% dari 1,674% yang tercatat pada hari Senin.

Meskipun dolar telah melemah lebih dari 1,5% dari bobotnya sejak awal bulan, yang menarik adalah bahwa situasi pasar tidak banyak berubah selama dua minggu terakhir.

Yield obligasi negara masih jauh di atas level awal tahun, dan potensi percepatan inflasi di Amerika Serikat juga bukan masalah yang bisa diselesaikan dalam semalam.

Para ahli menyatakan bahwa valuasi di pasar saham AS sedikit dilebih-lebihkan, dan jika yield treasury sedikit naik akibat kenaikan inflasi, hal ini dapat memberikan tekanan pada pasar saham, karena investor akan memiliki alternatif yang lebih menarik untuk saham. Ini akan menguntungkan dolar.

Selama ini, mata uang AS terpaksa mempertahankan diri dari pesaing utamanya.

Indeks USD merosot ke posisi terendah tiga minggu di area 91.85 poin pada hari Selasa, dam terus menurun pada hari Rabu, mencapai level terendah sejak 18 Maret (sekitar 91.60 poin).

Sementara itu, pasangan EUR/USD mampu melanjutkan rebound di atas 1.1900 sebagai respon terhadap penurunan dolar dan pullback yield treasury pasca publikasi data inflasi AS untuk bulan Maret. Breakout belum lama ini di atas moving average 200 hari di dekat level 1.1895 mendukung momentum rally dan menyiapkan pertumbuhan EUR/USD dalam jangka pendek.

Pertanyaannya sekarang adalah seberapa tinggi euro dapat naik.

EUR/USD: dolar tetap dalam tekanan, dan euro akan nikmati kesuksesan selama pasar mengikuti skenario Fed

Salah satu agenda utama pada hari Selasa, bersama dengan publikasi laporan inflasi AS, adalah rekomendasi Food and Drug Administration (FDA) AS untuk menangguhkan penggunaan vaksin virus corona yang diproduksi oleh Johnson & Johnson akibat kasus trombosis.

Berita ini menekan dolar, karena memperkuat pendapat pelaku pasar bahwa Fed, dalam menghadapi perlambatan kecepatan vaksinasi di Amerika Serikat, akan terpaksa untuk mulai mengurangi langkah-langkah stimulus lebih lambat daripada yang diharapkan.

Pada saat yang sama, Johnson & Johnson mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menangguhkan pengiriman vaksin ke negara-negara Eropa sebagai tindakan pencegahan.

Sementara Amerika Serikat tidak terlalu bergantung pada vaksin ini, Dunia Lama (Eropa) mungkin membutuhkan 3-4 bulan lagi untuk memvaksinasi 70% populasinya. Hilangnya musim panas dua kali berturut-turut bisa menghancurkan ekonomi kawasan ini.

Pada hari Rabu, EUR/USD terus bergerak naik dan diperdagangkan di sekitar zona resistance utama di 1.1980-1.1990, penembusannya akan menargetkan pasangan ini pada level bulat 1.2000, lalu di 1.2025 dan 1.2110.

Meskipun secara umum, pasangan EUR/USD menunjukkan mood positif, nasibnya di masa depan bergantung pada vaksinasi COVID-19 di UE, serta bagaimana ECB akan bereaksi terhadap pelemahan dolar, yang sebelumnya telah memperjelas bahwa mata uang tersebut tidak nyaman dengan kurs EUR/USD di atas 1.2100.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading