logo

FX.co ★ Gambaran luas GBP/USD. 22 Juni. Skotlandia kembali membahas mengenai referendum kemerdekaan.

Gambaran luas GBP/USD. 22 Juni. Skotlandia kembali membahas mengenai referendum kemerdekaan.

Gambaran luas GBP/USD. 22 Juni. Skotlandia kembali membahas mengenai referendum kemerdekaan.

Pasangan mata uang GBP/USD pada hari Selasa juga berusaha yang terbaik untuk menunjukkan pergerakan kenaikan. Pada waktu ini, pasangan ini telah diperdagangkan di dekat garis moving average selama beberapa hari. Di satu sisi, ini masuk akal, karena setelah volatilitas ultra pada pekan lalu, periode ketenangan dan konsolidasi akan datang. Itulah yang kita lihat sekarang. Tapi apa yang tidak kita lihat adalah pertumbuhan berarti mata uang Inggris. Meskipun, seperti yang telah kami katakan dalam artikel sebelumnya, pekan ini bisa menjadi "kemenangan" untuk mata uang Inggris. Pertama, akan berlangsung beberapa peristiwa makroekonomi dan fundamental, sehingga mata uang ini memiliki peluang besar koreksi teknikal. Kedua, satu-satunya laporan mengenai inflasi Inggris kemungkinan akan menunjukkan akselerasi selanjutnya, yang akan berarti kenaikan dalam probabilitas pertumbuhan suku bunga Bank of England lebih lanjut. Bagaimanapun, pada dua hari perdagangan pertama pekan ini, pound lebih menetap di satu tempat dan bukannya tumbuh. Dari sudut pandang kami, ini hanya berarti bahwa pasar masih belum berminat untuk membeli pound Inggris. Pekan lalu, minat itu tumbuh berkat dua rapat dari bank sentral, dan itu cukup.

Gambaran teknikalnya saat ini juga sangat tidak menyenangkan untuk pound. Kedua channel regresi linear pada TF 4 jam mengarah ke bawah, dan harga masih sangat jauh dari maksimum lokal sebelumnya, yang jika dilewati akan memberikan peluang untuk tren kenaikan. Pada TF 24 jam, situasinya lebih buruk. Pasangan ini berada di bawah garis kritis, di bawah Ichimoku cloud. Dan untuk memperhitungkan pertumbuhan yang serius, harga perlu melewati Ichimoku cloud, dimana pasangan ini perlu bergerak naik setidaknya 550 poin. Jika pound naik dua kali lipat hingga 400 poin setelah dua rapat dari Bank Sentral, berapa peluang pertumbuhan 550 poin lagi dalam beberapa pekan mendatang?

Skotlandia tidak ingin tetap di bawah kekuasaan London.

Sudah lama sejak kita membahas mengenai "Protokol Irlandia Utara", mengenai kemungkinan penarikan diri Skotlandia dari Kerajaan Inggris. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kedua topik ini kembali muncul ke muka. Kami telah mengatakan bahwa Eropa dan Inggris mungkin melanggar perjanjian Brexit dalam waktu dekat, yang akan memicu, setidaknya, hubungan yang semakin memburuk dan yang paling maksimal, persidangan dan perang dagang. Dan kemarin, diketahui bahwa Skotlandia telah memulai persiapan untuk melaksanakan referendum kemerdekaan yang kedua dalam 10 tahun terakhir. Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan bahwa dokumen pertama telah siap, dimana dokumen tersebut mendaftarkan semua keuntungan hidup di luar Inggris. Menurut Sturgeon, beberapa tahun terakhir ini telah menunjukkan dengan jelas bahwa sama sekali tidak menguntungkan untuk negaranya tetap di bawah kekuasaan Boris Johnson dan di luar Uni Eropa. "Di seluruh Eropa, rakyat setiap hari menderita akibat dampak meroketnya biaya hidup, pertumbuhan ekonomi yang rendah, kurangnya pendanaan publik, dan banyak konsekuensi lain dari Brexit, yang mereka tidak dukung," jelas Sturgeon. Menurut Sturgeon, semakin lama negara itu tetap menjadi bagian dari Inggris, maka semakin buruk konsekuensinya. Sturgeon yakin bahwa model ekonomi Inggris tidak mempertimbangkan kepentingan Skotlandia, yang pada umumnya menentang Brexit.

Seperti yang dapat anda lihat, topik ini mendapatkan perkembangan baru. Pada pemilihan parlemen terakhir, Sturgeon berjanji bahwa jika partai SNPnya menang, referensum akan diselenggarakan sebelum akhir 2023. Partainya menang, dan sekarang sudah memasuki pertengahan 2022. Tapi Edinburgh masih butuh izin resmi untuk menggelar referendum, yang tidak akan pernah diizinkan oleh Boris Johnson (yang masih menjabat untuk 12 bulan mendatang). Kemungkinan, kita akan menghadapi konflik baru di Eropa, yang dapat semakin memperburuk situasi, terlebih di Inggris. Nicola Sturgeon juga mengisyaratkan tahun lalu bahwa referendum dapat diselenggarakan tanpa izin dari London jika negara itu tidak berhenti berjuang dan tidak mengabaikan keinginan seluruh rakyatnya.

Gambaran luas GBP/USD. 22 Juni. Skotlandia kembali membahas mengenai referendum kemerdekaan.

Volatilitas rata-rata GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 187 poin. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini "sangat tinggi". Pada Rabu, 22 Juni, kami mengharapkan pergerakan dalam channel yang dibatasi oleh level 1,2091 dan 1,2463. Reversal indikator Heiken Ashi ke bawah mensinyalkan percobaan baru untuk melanjutkan tren penurunan.

Level support terdekat:

S1 – 1,2207

S2 – 1,2085

S3 – 1,1963

Level resistance terdekat:

R1 – 1,2329

R2 – 1,2451

R3 – 1,2573

Rekomendasi trading:

GBP/USD pada timeframe 4 jam telah memulai mode harian untuk melewati moving average. Dengan demikian, pada waktu ini, ada kemungkinan tinggi untuk "swing", sehingga anda dapat trading pada reversal dari indikator Heiken Ashi. Atau tidak trading sama sekali hingga pergerakan tren berlanjut.

Penjelasan gambar:

Channel regresi linear - membantu menentukan tren terkini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, maka trennya sekarang kuat.

Moving average line (settings 20.0, smoothed) - menentukan tren jangka pendek dan arah dimana trading sebaiknya dilakukan.

Level Murray - level target untuk pergerakan dan koreksi.

Level volatilitas (garis merah) - kemungkinan channel harga yang akan dilalui pasangan ini di hari berikutnya, berdasarkan pada indikator-indikator volatilitas terkini.

Indikator CCI - jika indikator ini masuk ke dalam area oversold (di bawah -250) atau memasuki area overbought ( di atas +250) berarti bahwa reversal tren ke arah berlawanan mendekati.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading