logo

FX.co ★ JPMorgan skeptis terhadap kripto sebagai opsi pembayaran

JPMorgan skeptis terhadap kripto sebagai opsi pembayaran

JPMorgan melihat sedikit permintaan kriptokurensi sebagai metode pembayaran. Namun, bank investasi ini mengakui bahwa aset kripto semakin populer di sektor game, termasuk metaverse.

Takis Georgakopoulos, kepala pembayaran global JPMorgan, kepada Bloomberg menjelaskan permintaan klien untuk kripto sebagai opsi pembayaran. "Kami melihat banyak permintaan untuk klien kami, katakanlah sampai enam bulan yang lalu. Kini kami melihat ada sangat sedikit permintaan," ujar Gergakopoulos.

Lihat juga: Mulai trading Forex dengan broker level Eropa!
JPMorgan skeptis terhadap kripto sebagai opsi pembayaran

Takis Georgakopoulos menambahkan bahwa meskipun permintaan turun, JPMorgan akan terus mendukung klien yang ingin menggunakan kripto untuk melakukan pembayaran.

Awal pekan ini, Jamie Dimon, CEO JPMorgan, menyatakan sikap skeptisnya terhadap kriptokurensi dan Bitcoin. "Saya sangat skeptis terhadap token kripto, yang Anda sebut mata uang, seperti Bitcoin. Itu adalah skema Ponzi yang terdesentralisasi," ujar Dimon. Namun, CEO JPMorgan tersebut memuji teknologi blockchain dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), dengan menyatakan tekonologi tersebut dapat dianggap inovatif.

Menurut survei yang dilakukan oleh Deloitte bekerja sama dengan PayPal, lebih dari 85% penjual memiliki minat besar untuk menerima transaksi kriptokurensi. Tiga perempat dari penjual yang disurvei menyatakan mereka berencana menerima pembayaran dalam kriptokurensi atau stablecoin dalam 24 bulan ke depan. Survei lain yang dilakukan oleh Bank of America menunjukkan peningkatan minat dalam penggunaan kripto sebagai metode pembayaran. 39% dari peserta survei mengatakan mereka menggunakan aset digital untuk pembelian online, sementara 34% lainnya menggunakan kripto untuk pembelian langsung. 49% dan 53% dari mereka yang disurvei masing-masing tertarik menggunakan aset kripto untuk pembelian online dan pembelian langsung.

Di sisi teknis, Bitcoin telah memulihkan penurunannya belakangan ini, dan pasar kembali seimbang, yang menunjukkan bahwa investor saat ini menghindari risiko. Resistance di $19.500 menjadi level kunci untuk Bitcoin – BTC harus menembus ke atas level tersebut untuk memulai koreksi ke atas yang baru. Dimulainya tren naik baru akan membutuhkan breakout ke atas level resistance di $20.450 dan $21.410. Peningkatan tekanan pada BTC dapat menyebabkan kriptokurensi ini menguji support pada $19.100 dan $18.625. Penembusan ke bawah level ini akan mendorong Bitcoin turun menuju $18.100, batas bawah channel tren menurun, dan membuka jalan menuju pengujian level $17.580.

Ethereum saat ini bergerak sideways setelah rebound ke atas dari level support kuat $1.275. Jika ETH menembus ke bawah level ini, perdagangan bisa sangat terpengaruh. Ethereum perlu menetap di atas $1.343 untuk menstabilkan situasi, yang akan mendorong kriptokurensi ini menuju $1.402 dan $1.457, serta $1.504 dan $1.550 ke atas. Jika ETH tetap dalam tekanan dan menembus ke bawah $1.275, ETH bisa turun ke supportnya di $1.210. Breakout ke bawah level ini akan menyebabkan Ethereum turun menuju $1.150, di mana para pemain pasar besar akan kembali ikut berpartisipasi.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading