
Logam mulia berada di bawah tekanan dari kondisi pasar yang lebih menguntungkan bagi aset berisiko.
Penurunan harga perak dipicu oleh meredanya ketegangan di bidang geopolitik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginformasikan bahwa rencana militer dibatalkan dan memberikan jaminan bahwa eksekusi serta pembunuhan tidak akan dilanjutkan. Pernyataan ini turut meredakan kepanikan mengenai kemungkinan eskalasi di kawasan, sehingga mendorong para investor untuk beralih ke aset yang lebih berisiko dan mengabaikan logam mulia.
Suasana pasar menjadi lebih positif setelah Trump mengungkapkan bahwa Jerome Powell akan tetap menjabat sebagai ketua Fed, yang menghilangkan keraguan mengenai kemandirian bank sentral — aspek yang sebelumnya meningkatkan ketertarikan pada aset yang dianggap aman. Selain itu, penundaan tarif baru pada barang-barang vital juga membantu mengurangi ketegangan dalam perdagangan.
Harganya perak juga tertekan oleh ekspektasi bahwa Fed akan tetap bersikap agresif dalam kebijakan suku bunga tinggi. Data tenaga kerja yang stabil mendukung keyakinan bahwa suku bunga tinggi kemungkinan akan tetap ada dalam beberapa bulan ke depan, sehingga menjadikan aset tanpa imbal hasil seperti perak kurang menarik dibandingkan dengan obligasi yang memberikan bunga.
Koreksi yang terjadi saat ini berkaitan dengan pengambilan keuntungan dan perubahan suasana pasar dalam jangka pendek, di mana pasar masih bereaksi terhadap isu geopolitik.
Dari segi teknis, harga berada di atas semua rata-rata pergerakan. Meskipun osilator menunjukkan sinyal positif, saat ini berada dalam zona jenuh beli, yang menandakan kemungkinan terjadinya koreksi.
