
Hasil dari pertemuan Fed bulan Januari dan pencalonan Kevin Warsh menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk penguatan lebih lanjut dolar AS, terutama mengingat ekspektasi terhadap langkah-langkah yang lebih ketat dalam mengendalikan inflasi. Namun, pasar tetap berhati-hati.
Dolar AS kembali menguat, dan indeks USD (DXY) mempertahankan momentum naik setelah dua peristiwa penting: pertemuan Fed yang berakhir Rabu lalu dan pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden Trump sebagai ketua Fed pada hari Jumat.
Seperti yang diketahui, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan dalam kisaran 3,50–3,75%, dan pernyataan terlampir mencatat bahwa data makroekonomi yang masuk menunjukkan ekonomi AS yang tangguh, pemulihan dalam aktivitas konsumen, dan tanda-tanda stabilisasi pasar tenaga kerja, sementara inflasi tetap tinggi dan masih melebihi target 2%. Ketua Fed Powell mengatakan bahwa dewan bank sentral berfokus pada pemenuhan mandatnya untuk memastikan stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum.
Dengan demikian, keputusan Fed dipersepsikan oleh pasar sebagai sinyal jeda yang lebih lama sebelum pelonggaran kondisi moneter berikutnya, dan pencalonan Warsh, mengingat reputasinya yang cenderung hawkish terhadap tekanan inflasi, semakin meningkatkan kemungkinan bahwa suku bunga kebijakan akan tetap dalam kisaran 3,50–3,75% saat ini.
Penurunan tajam dalam emas dan aset safe haven tradisional lainnya menyertai penguatan dolar.

Alat CME FedWatch menunjukkan kemungkinan besar bahwa The Fed akan mempertahankan sikap hawkish dan telah mendorong peluang suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya (17–18 Maret) ke rekor 85%.
Gambaran teknikal

Sebenarnya, indeks dolar (DXY) sedang dalam koreksi naik jangka pendek, bergerak menuju level resistance penting di 97,29 (EMA periode 200 pada grafik 1 jam). Jika level tersebut ditembus, indeks ini akan naik ke zona resistance sekitar 98,17 (EMA periode 200 pada grafik 4 jam) dan 98,30 (EMA periode 50 pada grafik harian).
Pada saat yang sama, di bawah level resistance kunci 99,35 (EMA periode 200 pada grafik harian) dan 101,15 (EMA periode 50 pada grafik mingguan), indeks ini tetap berada dalam pasar bearish jangka menengah dan panjang, yang memberikan keuntungan pada posisi jual.

Oleh karena itu, koreksi mungkin dibatasi oleh level resistance di 97,29, 98,00, 98,17, dan 98,30.
Masih ada risiko penurunan kembali dan pengujian ulang zona support strategis utama di 96,80, 96,20, dan 96,00, jika sentimen pasar berbalik melawan dolar.

Hanya breakout ke atas level resistance jangka panjang kunci pada 101,15 dan 101,35 (EMA periode 144 pada grafik mingguan) yang akhirnya akan meyakinkan para pendukung dolar dan mengembalikan USDX ke area pasar bearish jangka panjang.
Apa yang ada di kalender hari ini?
Fokus para pelaku pasar untuk sesi AS mendatang adalah ISM manufacturing PMI untuk bulan Januari, yang dijadwalkan rilis pada pukul 15:00 GMT. Angkanya diantisipasi meningkat secara moderat menjadi 48,3 dibandingkan dengan 47,9 pada bulan Desember, yang akan menjadi faktor positif bagi USD. Para investor juga akan mengamati dengan cermat komentar pejabat Fed terkait kebijakan moneter dan prospek ekonomi AS, terutama pernyataan oleh Raphael Bostic, Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta (18:25 GMT).
Kesimpulan
Hasil pertemuan Fed bulan Januari dan penunjukan Kevin Warsh menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk penguatan dolar lebih lanjut, terutama mengingat ekspektasi terhadap pengendalian inflasi yang lebih ketat. Namun, pasar tetap waspada menjelang rilis data ekonomi utama — termasuk Non-Farm Payrolls pada hari Jumat dan data ISM PMI untuk manufaktur dan jasa yang akan dirilis minggu ini — menekankan perlunya analisis yang cermat terhadap langkah-langkah Fed selanjutnya. Perkembangan geopolitik dan tindakan yang sering tak terduga dari Presiden Trump dan Gedung Putih menambah alasan untuk berhati-hati.
