
Hari ini, Kamis, GBP/USD berada di bawah tekanan jual untuk hari kedua berturut-turut. Penurunan harga ini didorong oleh kekuatan dolar AS, yang telah mendorong harga spot di bawah level psikologis 1.3600, atau ke level terendah dua minggu, menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of England.
Di tengah latar belakang inflasi yang meningkat, yang tetap di atas target 2% pada bulan Desember, pasar mengharapkan Bank of England untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 3.75%. Namun, pelaku pasar terus memperhitungkan risiko penurunan biaya pinjaman pada tahun 2026 di tengah tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja.
Tingkat pengangguran di Inggris tetap berada pada puncak tertinggi dalam empat tahun terakhir, yaitu 5,1% untuk periode tiga bulan hingga November. Di bulan Desember, jumlah lapangan kerja menurun sebesar 43. 000, dan pertumbuhan gaji yang melambat semakin memperkuat dugaan adanya pelonggaran lebih lanjut dari Bank of England. Perhatian utama sekarang akan tertuju pada hasil voting dari Komite Kebijakan Moneter (MPC) serta konferensi pers yang dipimpin oleh Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, di mana pernyataannya bisa menyebabkan lonjakan volatilitas pada pound Inggris dan mengarahkan pergerakan GBP/USD.
Namun, menjelang momen penting dari Bank of England, para pelaku pasar pound cenderung berhati-hati untuk tidak melakukan pembelian besar di tengah menguatnya dolar AS. Penguatan ini didorong oleh pengangkatan Kevin Warsh oleh Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve, serta komentar hawkish dari Lisa Cook yang memperingatkan tentang kemungkinan inflasi yang lebih cepat, sehingga menguntungkan dolar. Meskipun demikian, potensi penguatan dolar tampak terbatas oleh ekspektasi dua kali pemotongan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2026. Ekspektasi ini semakin diperkuat oleh laporan dari Automatic Data Processing (ADP) untuk bulan Januari yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta yang lesu—hanya 22. 000 pekerjaan baru dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya yang mencapai 48. 000 dan revisi sebelumnya di angka 37. 000. Selain itu, pernyataan Trump yang menentang kenaikan suku bunga dan memiliki keyakinan terhadap pemotongan suku bunga bisa membatasi penguatan dolar serta mendukung pasangan GBP/USD.
Hari ini, dalam upaya menemukan peluang perdagangan yang lebih baik, perhatian harus ditujukan tidak hanya pada keputusan suku bunga yang akan diambil oleh Bank of England tetapi juga pada data dari AS, termasuk angka lowongan kerja JOLTS dan klaim awal pengangguran. Namun, situasi fundamental yang beragam mengindikasikan perlunya kehati-hatian sebelum membuat langkah besar.
Dari sudut pandang teknis, jika harga jatuh di bawah rata-rata bergerak sederhana (SMA) 20-hari, maka kekuatan penjual akan semakin dominan. Meskipun demikian, saat ini, GBP/USD menunjukkan ketahanan dengan tetap berada di atas SMA 20-hari dan mempertahankan posisi di level psikologis 1. 3600. Jika harga mampu menembus di atas rata-rata bergerak eksponensial (EMA) 9-hari, yang saat ini berada di sekitar 1. 3660, GBP/USD mungkin berpeluang untuk melampaui level psikologis 1. 3700. Osilator pada grafik harian tetap menunjukkan hasil positif, sehingga para pelaku pasar yang bullish belum menyerah.
