logo

FX.co ★ EUR/USD. Smart Money. Apakah ECB Sedang Menekan Euro?

EUR/USD. Smart Money. Apakah ECB Sedang Menekan Euro?

Pasangan EUR/USD telah melemah selama enam hari berturut-turut. Sekali lagi, kita melihat penurunan euro yang sangat bertahap, seolah-olah pasar sebenarnya tidak terlalu berhasrat untuk menjual euro dan membeli dolar, namun ada sesuatu—atau seseorang—yang memaksanya untuk melakukan itu. Apa "sesuatu" itu atau siapa "seseorang" itu? Menurut saya, setiap penguatan dolar saat ini bersifat jangka pendek. Untuk saat ini, pasar belum melihat cukup alasan untuk memulai gelombang baru penjualan dolar AS, sehingga dolar menguat secara perlahan. Dengan latar belakang inflasi yang melambat, ECB mungkin akan menurunkan suku bunga, dan inilah satu-satunya alasan yang kurang lebih logis bagi penurunan pasangan ini.

EUR/USD. Smart Money. Apakah ECB Sedang Menekan Euro?

Pada grafik harian, terlihat jelas bahwa hampir setiap reli sepanjang 12–13 bulan terakhir lebih kuat dan lebih tajam dibandingkan penurunan apa pun. Sebagai contoh, antara 24 Desember dan 16 Januari, dolar naik sekitar 200 poin. Namun, antara 19 Januari dan 27 Januari, dolar turun 450 poin. Jadi, pertama, bullish imbalance 12 belum terbatal. Kedua, bullish imbalance lain dari 9 Februari dapat diidentifikasi dan juga masih valid. Ketiga, pola bearish masih belum muncul. Keempat, latar belakang berita hanya memberikan dukungan yang cukup meragukan bagi dolar.

Struktur grafik terus mengisyaratkan dominasi bullish. Tren bullish tetap terjaga. Sinyal bullish terbentuk pada imbalance 11, dan kemudian sinyal bullish lain muncul pada imbalance 12. Oleh karena itu, trader dapat mempertahankan posisi beli hingga pola saat ini terbatal atau muncul sinyal bearish. Bahkan dalam kondisi tersebut, saya tidak mengharapkan penguatan dolar AS yang signifikan.

Latar belakang berita tidak memberikan banyak kejutan atau dampak yang signifikan. Tingkat inflasi di Jerman tetap berada di angka 2,1% dibanding tahun lalu, sesuai dengan perkiraan awal. Indeks harapan ekonomi ZEW untuk Jerman dan zona euro diumumkan lebih rendah daripada yang diharapkan oleh para pelaku pasar. Dengan demikian, penurunan pada hari Selasa secara umum bisa dimaklumi. Namun, menurut pendapat saya, dolar masih memiliki kemungkinan untuk terus menguat perlahan—sekitar 10 pip per hari—tetapi pada akhirnya akan kembali menghadapi penurunan tajam selanjutnya.

Para bulls memiliki banyak alasan untuk melakukan serangan baru dalam enam hingga tujuh bulan terakhir, dan alasan-alasan tersebut setidaknya tidak berkurang dari minggu ke minggu. Faktor-faktor tersebut termasuk pandangan yang dovish (dalam bentuk apa pun) terhadap kebijakan moneter FOMC, kebijakan umum Donald Trump (yang dalam beberapa waktu tidak bergeser), ketegangan antara AS dan China (di mana baru-baru ini tercapai gencatan senjata sementara), protes publik di AS dengan slogan "Tidak ada raja", lemahnya pasar kerja, penutupan pemerintah di musim gugur (yang berlangsung satu setengah bulan), penutupan di bulan Februari, aksi militer AS terhadap beberapa negara, tekanan hukum terhadap Powell, "masalah Greenland", serta memburuknya hubungan dengan Kanada dan Korea Selatan. Oleh karena itu, menurut saya, kelanjutan penguatan pasangan ini sepenuhnya bisa dipahami.

Saya masih ragu pada tren penurunan. Latar belakang berita tetap sangat sulit untuk dipahami sebagai faktor yang mendukung dolar, dan saya tidak berusaha keras untuk memaksakannya. Garis biru menunjukkan level harga di mana tren bullish dapat dianggap telah berakhir. Para bearish perlu mendorong pasangan ini turun sekitar 360 poin untuk mencapainya, yang masih terlihat tidak realistis mengingat kondisi berita saat ini dan struktur grafik, di mana tidak terdapat pola bearish yang jelas. Target kenaikan paling dekat untuk euro sebelumnya adalah ketidakseimbangan bearish di 1,1976–1,2092 pada grafik mingguan, yang terbentuk pada Juni 2021. Pola ini telah sepenuhnya terisi. Di atas area ini, terdapat dua level penting: 1,2348 dan 1,2564, yang sesuai dengan dua puncak pada grafik bulanan.

Kalender Ekonomi

Amerika Serikat: – Building Permits (13:30 UTC) – Durable Goods Orders (13:30 UTC) – Housing Starts (13:30 UTC) – Industrial Production (14:15 UTC)

Pada 18 Februari, kalender ekonomi memuat empat rilis data, dua di antaranya dapat dianggap relatif penting. Latar belakang berita dapat memengaruhi sentimen pasar pada hari Rabu, khususnya pada paruh kedua hari.

Prakiraan dan Rekomendasi Trading EUR/USD

Menurut pandangan saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish. Walaupun latar belakang berita mendukung bulls, bears telah melancarkan serangan berulang dalam beberapa bulan terakhir. Namun demikian, saya tidak melihat alasan yang realistis untuk dimulainya tren bearish.

Dari imbalances 1, 2, 4, 5, 3, 8, dan 9, trader sempat memperoleh peluang untuk membeli euro. Dalam semua kasus, kita menyaksikan adanya kenaikan, dan tren bullish tetap terjaga. Sinyal bullish baru kemudian terbentuk dari imbalance 11, memungkinkan trader untuk membeli dengan target 1,1976 yang akhirnya tercapai. Pekan lalu, sinyal bullish lain terbentuk pada imbalance 12, memberikan kesempatan baru bagi trader untuk membuka posisi beli. Target formalnya adalah 1,2348 dan 1,2564. Sinyal ini belum terbatal.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading