Analisis Laporan Makroekonomi:

Beberapa laporan makroekonomi dijadwalkan rilis pada hari Selasa. Pertama, indeks harga konsumen (CPI) Inggris patut dicermati. Inflasi Inggris diperkirakan akan melambat menjadi 3%, yang dapat memungkinkan Bank of England memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya. Lazimnya, ini merupakan kabar buruk bagi pound sterling. Semakin rendah inflasi, semakin besar potensi penurunan nilai mata uang Inggris. Kedua, ada laporan AS mengenai izin mendirikan bangunan, pembangunan perumahan, produksi industri, dan pesanan barang tahan lama. Laporan-laporan ini dapat memengaruhi sentimen pelaku pasar pada sesi sore.
Analisis Peristiwa Fundamental:
Di antara peristiwa fundamental pada hari Rabu, pidato perwakilan Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve, Isabel Schnabel dan Michelle Bowman, patut mendapat perhatian. Setelah rilis data pasar tenaga kerja, pengangguran, dan inflasi AS, perubahan dalam retorika para anggota FOMC dapat diantisipasi. Kami menilai nada The Fed dapat bergeser ke sikap yang lebih "dovish" seiring inflasi AS mendekati 2%. Pergeseran retorika ke arah posisi yang lebih lunak akan memberikan alasan tambahan bagi pasar untuk menjual mata uang Amerika. Terkait ECB, laporan inflasi terbaru menunjukkan perlambatan menjadi 1,7%. Jika angka ini terus menurun, ECB akan terpaksa kembali melakukan pelonggaran moneter, meskipun untuk saat ini Christine Lagarde masih menolak skenario tersebut.Kesimpulan Umum:
Pada hari ketiga perdagangan dalam minggu ini, fokus utama sebaiknya tertuju pada pound Inggris. Euro hari ini dapat diperdagangkan dari area 1,1830–1,1831, sementara pound Inggris dapat diperdagangkan dari area 1,3529–1,3543 (sinyal beli telah terbentuk kemarin). Kami masih belum melihat adanya dasar untuk penguatan mata uang Amerika yang kuat dan berkepanjangan.
Aturan Utama Sistem Trading:
- Kekuatan sinyal ditentukan oleh waktu yang dibutuhkan untuk terbentuk (rebound atau breakout level). Semakin singkat waktunya, semakin kuat sinyalnya.
- Jika dua atau lebih transaksi dibuka di sekitar suatu level berdasarkan sinyal palsu, semua sinyal selanjutnya dari level tersebut harus diabaikan.
- Dalam kondisi pasar datar, pasangan mata uang mana pun mungkin menghasilkan banyak sinyal palsu atau bahkan tidak menghasilkan sinyal sama sekali. Dalam kondisi apa pun, sebaiknya hentikan trading saat muncul tanda-tanda awal pasar datar.
- Transaksi dibuka dalam rentang waktu antara awal sesi Eropa hingga pertengahan sesi Amerika, setelah itu semua posisi sebaiknya ditutup secara manual.
- Pada timeframe satu jam, sinyal dari indikator MACD idealnya hanya ditradingkan ketika volatilitas memadai dan terdapat tren yang dikonfirmasi oleh garis tren atau channel.
- Jika dua level berada terlalu berdekatan (sekitar 5 hingga 20 pip), keduanya harus dipandang sebagai sebuah area support atau resistance.
- Setelah harga bergerak 15–20 pip ke arah yang benar, disarankan untuk memindahkan Stop Loss ke level break-even.
Keterangan pada Grafik:
- Level support dan resistance adalah target untuk membuka posisi beli atau jual. Level Take Profit dapat ditempatkan di sekitar area tersebut.
- Garis merah menunjukkan channel atau garis tren yang mencerminkan tren saat ini dan mengindikasikan arah yang lebih disukai untuk trading saat ini.
- Indikator MACD (14,22,3) – histogram dan garis sinyal – berfungsi sebagai indikator tambahan yang juga dapat digunakan sebagai sumber sinyal.
- Pernyataan dan laporan penting (selalu tercantum di kalender berita) dapat sangat memengaruhi pergerakan pasangan mata uang. Karena itu, saat rilis data tersebut, trading harus dilakukan dengan sangat hati-hati, atau disarankan keluar dari pasar untuk menghindari pembalikan tajam harga yang berlawanan dengan pergerakan sebelumnya.
- Pemula di pasar forex harus ingat bahwa tidak setiap transaksi akan menghasilkan keuntungan. Mengembangkan strategi yang jelas dan menerapkan manajemen risiko yang baik adalah kunci keberhasilan trading jangka panjang.
