logo

FX.co ★ USD mengalami tekanan

USD mengalami tekanan

Kemarin, meskipun dolar secara umum menguat hampir sepanjang hari, mata uang tersebut justru banyak dijual di pertengahan sesi perdagangan AS.

USD mengalami tekanan

Langkah tersebut menyusul pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, yang menyampaikan optimisme hati-hati mengenai prospek pemangkasan suku bunga akhir tahun ini. Ia mengatakan bahwa jika inflasi terus bergerak kembali menuju target 2% bank sentral, peluang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut akan tetap tinggi. Komentar tersebut menjadi sinyal penting bagi pasar keuangan, yang tengah mencermati setiap petunjuk mengenai langkah Federal Reserve ke depan.

"Jika...kita bisa menunjukkan bahwa kita berada di jalur menuju inflasi 2%, menurut saya akan ada beberapa kali pemangkasan suku bunga lagi yang mungkin terjadi pada 2026," ujar Goolsbee dalam sebuah wawancara.

Kendati demikian, Goolsbee tidak mengabaikan risiko yang ada. Ia secara khusus menyoroti bahwa tekanan harga di sektor jasa masih signifikan, yang menjadi sumber kekhawatiran. Meski begitu, ia menyatakan bahwa jika kenaikan harga saat ini terbukti bersifat sementara dan tidak menimbulkan dampak inflasi yang bertahan lama, hal itu akan memberi ruang gerak bagi para pengambil kebijakan di Fed. Perkembangan seperti itu akan memungkinkan mereka mempertimbangkan pemangkasan suku bunga tanpa mengganggu stabilitas harga secara keseluruhan.

"Saya ingin ada bukti bahwa kita sedang menuju kembali ke 2%, dan setelah itu saya kira suku bunga mungkin terus turun," ujar Goolsbee.

Perlu diingat bahwa pada pertemuan bulan lalu, pejabat Fed mempertahankan level suku bunga kebijakan setelah tiga kali pemangkasan dalam beberapa bulan terakhir yang ditujukan untuk mengimbangi pelemahan pasar tenaga kerja.

Pernyataan Goolsbee mencerminkan keseimbangan sulit yang dihadapi Fed: memerangi inflasi sekaligus menopang pertumbuhan dan pasar tenaga kerja. Fleksibilitas dalam menilai faktor-faktor inflasi menjadi kunci untuk membuat keputusan yang tepat waktu dan sesuai.

Goolsbee juga mengatakan bahwa ia menyambut baik rencana pencalonan Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua Fed ketika masa jabatan Powell berakhir pada Mei. "Saya penggemar beratnya," ujar Goolsbee.

Untuk tinjauan teknikal EUR/USD, prospeknya menunjukkan bahwa pembeli sebaiknya mengupayakan untuk kembali menguasai level 1,1860. Hal itu akan membuka jalan untuk menguji 1,1890. Dari sana, pergerakan menuju 1,1925 mungkin terbentuk, meskipun akan sulit untuk melanjutkan kenaikan di atas level tersebut tanpa dukungan pelaku besar. Target lanjutan berada di 1,1957. Jika terbentuk penurunan, minat beli yang signifikan kemungkinan muncul di sekitar 1,1830. Jika pembeli tidak muncul di sana, akan lebih bijak menunggu terbentuknya level terendah baru di 1,1805 atau membuka posisi long dari 1,1770.

Terkait GBP/USD, pembeli pound sterling perlu menembus resistance terdekat di 1,3580. Hanya itu yang akan memungkinkan mereka membidik 1,3605, yang breakout ke atasnya akan cukup menantang. Target lanjutan berada di sekitar 1,3630. Jika pasangan ini turun, pihak bearish akan berupaya merebut kendali di 1,3550. Jika berhasil, breakout kisaran tersebut akan menjadi pukulan serius bagi posisi bullish dan dapat mendorong GBP/USD turun menuju 1,3520 dengan potensi berlanjut ke 1,3495.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading