
Emas mencatat kenaikan moderat secara intraday, memulihkan sebagian besar penurunan yang terjadi pada hari Selasa. Namun, kondisi fundamental saat ini mendorong pelaku pasar yang bullish untuk tetap berhati-hati menjelang publikasi risalah FOMC, yang diharapkan akan memberikan kejelasan mengenai laju pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Hal ini akan sangat memengaruhi pergerakan jangka pendek dolar AS dan menjadi pemicu momentum baru bagi logam mulia tersebut.
Pada hari Selasa, Austan Goolsbee, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, menyatakan bahwa masih berpotensi terjadi beberapa kali pemangkasan suku bunga lagi tahun ini. Komentar tersebut disampaikan di tengah rilis data inflasi konsumen AS yang lebih lemah pada hari Jumat lalu serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Juni, disusul dua kali pemangkasan tambahan pada 2026. Kondisi ini terus mendukung permintaan terhadap emas.
Meskipun prospeknya dovish, dolar AS tetap mempertahankan nada yang cukup positif. Bersama dengan meredanya risiko geopolitik, hal ini dapat memperlambat rally aset safe haven tersebut. Negosiasi antara AS dan Iran telah dilanjutkan: pada putaran kedua perbincangan nuklir di Jenewa, kedua pihak menyepakati sejumlah "prinsip panduan" utama, sehingga mengurangi kekhawatiran eskalasi. Pertemuan trilateral antara AS, Rusia, dan Ukraina, serta perundingan damai, ditunda hingga hari Rabu. Kendati demikian, optimisme di pasar saham masih menopang minat beli, sehingga bijaksana untuk menunggu konfirmasi lanjutan yang lebih kuat sebelum melakukan posisi untuk kelanjutan kenaikan XAU/USD.
Fokus pasar selanjutnya akan beralih ke data perumahan AS, komentar pejabat Federal Reserve, angka PDB kuartal keempat 2025, serta indikator inflasi utama The Fed—core Personal Consumption Expenditures (PCE) index.
Dari sisi teknikal, emas mendapatkan dukungan kuat di area simple moving average (SMA) periode 200 pada grafik 4 jam dan tetap berada di atas SMA yang menanjak, sehingga menjaga tren naik jangka panjang. SMA tersebut berperan sebagai zona support yang kuat. Meskipun kemiringan tren jangka panjang masih menguntungkan, dibutuhkan tambahan momentum untuk mengonfirmasi kelanjutan bias bullish.
Histogram MACD masih berada di bawah nol, meski batang-batang negatifnya mulai menyempit, yang mengisyaratkan melemahnya tekanan bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di level 43,46—di bawah level 50—menunjukkan dominasi penjual yang masih moderat. Rebound dari SMA yang menanjak akan mempertahankan struktur tren yang ada, sementara penurunan di bawah level ini berpotensi memicu pelemahan lebih lanjut. Breakout RSI di atas 50 akan menghidupkan kembali sentimen bullish jangka pendek dan menarik minat beli kembali ke pasar.
Perlu diingat pula bahwa pada grafik harian, indikator osilator tetap berada di area positif, mengonfirmasi bahwa dalam gambaran yang lebih luas, pihak bullish belum menyerah.
Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya pada hari ini. Dolar AS menunjukkan penguatan terhadap dolar Selandia Baru.
