
Setelah diterbitkannya laporan penting mengenai tenaga kerja, inflasi, dan tingkat pengangguran di AS minggu lalu, pasar kini harus mengevaluasi bagaimana perubahan sikap pejabat Federal Reserve terkait data terbaru yang menggambarkan kondisi ekonomi negara tersebut. Beberapa anggota FOMC telah memberikan pernyataan, dan pasar pun mendapatkan beberapa jawaban atas pertanyaannya.
Yang mengejutkan, pejabat Fed tetap menekankan bahwa tingkat inflasi masih tinggi dan mengkhawatirkan prospek indikator tersebut untuk kembali mencapai angka 2% dalam waktu dekat. Menurut pendapat saya, kekhawatiran ini tidak berdasar, dan sebetulnya para anggota FOMC bisa sedikit meredakan pernyataan mereka. Bahkan jika kita mengabaikan revisi data Nonfarm Payrolls untuk tahun 2025 (yang menurut saya memerlukan dukungan tambahan bagi pasar tenaga kerja), jika kita fokus pada inflasi, saat ini selisihnya hanya 0,4% dari angka target. Apa yang sebenarnya ditunggu oleh Fed, dan mengapa?
Telah diketahui bahwa dampak dari suku bunga memiliki efek jangka panjang. Kebijakan moneter yang diterapkan oleh Fed saat ini masih bersifat "restriktif," yang terus memberikan dampak perlambatan pada indeks harga konsumen. Namun, jika Fed mulai melonggarkan kebijakan untuk mencapai inflasi 2%, besar kemungkinan indikator ini tidak akan segera memberikan reaksi. Dengan kata lain, inflasi diperkirakan akan terus melambat, dan situasi ini tidak diinginkan oleh bank sentral AS, sama seperti ketika inflasi berada di atas angka 2%.
Namun demikian, Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee menekankan kepada para pendengar bahwa inflasi masih secara konsisten berada pada level tinggi. Ia mengindikasikan bahwa pada 2026, The Fed dapat melakukan beberapa kali penurunan suku bunga, tetapi hanya jika mereka yakin proses disinflasi akan terus berlanjut. Goolsbee mencatat bahwa inflasi di sektor jasa masih terlalu tinggi untuk memicu putaran pelonggaran kebijakan baru saat ini. Seseorang hanya bisa bertanya kepada Goolsbee, bukti seperti apa yang diperlukan untuk menunjukkan kemajuan menuju inflasi 2% jika bahkan 2,4% saja belum dianggap sebagai kemajuan?
Bagaimanapun juga, Presiden Chicago Fed tersebut menegaskan bahwa secara pribadi ia tidak cenderung pada keputusan yang "dovish" dalam waktu dekat. Dalam beberapa hari terakhir, permintaan terhadap mata uang AS sebagian meningkat seiring retorika yang disampaikan para pejabat The Fed saat ini.
Gambaran Wave untuk EUR/USD:
Berdasarkan penilaian terhadap EUR/USD, saya mengambil kesimpulan bahwa instrumen ini masih dalam proses membentuk bagian dari tren naik. Kebijakan yang diterapkan oleh Donald Trump dan kebijakan moneter dari The Fed terus menjadi faktor utama yang berdampak pada pelemahan yang berkepanjangan terhadap mata uang AS. Sasaran untuk tren saat ini bisa mencapai level 25. Saat ini, saya percaya instrumen masih berada di gelombang global 5, sehingga saya memperkirakan adanya peningkatan harga pada semester pertama 2026. Namun, dalam waktu dekat, instrumen mungkin akan mengalami satu gelombang penurunan lagi sebagai bagian dari koreksi. Menurut pendapat saya, bijaksana untuk mencari titik dan level baru untuk pembelian dengan target sekitar 1,2195 dan 1,2367, yang sejalan dengan 161,8% dan 200,0% dalam analisis Fibonacci.
Gambaran Wave untuk GBP/USD:
Gambaran wave untuk instrumen GBP/USD cukup jelas. Struktur lima wave naik telah selesai terbentuk, tetapi global wave 5 dapat mengambil bentuk yang jauh lebih memanjang. Saya memperkirakan satu set wave korektif dapat terbentuk dalam waktu dekat, setelah itu tren naik akan berlanjut. Dengan demikian, dalam beberapa minggu mendatang, saya menyarankan untuk mencari peluang melakukan pembelian baru. Menurut saya, di bawah Donald Trump, pound memiliki peluang cukup besar untuk naik ke kisaran $1,45–1,50. Trump sendiri menyambut pelemahan dolar, dan The Fed memiliki peluang untuk kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Prinsip Utama Analisis Saya:
- Struktur wave harus sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit untuk diperdagangkan dan sering kali membutuhkan penyesuaian.
- Jika tidak ada keyakinan terhadap apa yang terjadi di pasar, sebaiknya jangan masuk posisi.
- Tidak pernah ada kepastian 100% terhadap arah pergerakan. Jangan lupa memasang order Stop Loss sebagai perlindungan.
- Wave analysis dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.

