Hari ini, euro dan pound Inggris menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan menggunakan strategi Mean Reversion. Melalui strategi Momentum, saya melakukan perdagangan yen Jepang.

Sesi trading di AS hari ini dipenuhi dengan rilis indikator ekonomi penting yang berpotensi sangat memengaruhi sentimen pasar. Perhatian khusus dari para trader dan analis tertuju pada data GDP AS untuk kuartal keempat tahun 2025. Laporan tersebut diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lemah di akhir tahun lalu, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi terkini perekonomian nasional.

Indikator kunci lainnya adalah indeks inti Personal Consumption Expenditures (PCE). Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur utama Federal Reserve untuk menilai inflasi dan menetapkan kebijakan moneter. Setiap penyimpangan dari perkiraan dapat memicu peningkatan volatilitas. Selain itu, indeks aktivitas bisnis juga akan menjadi fokus. Data dari sektor manufaktur dan jasa akan membantu menilai kondisi area-area utama perekonomian AS. Dinamika positif dalam indeks-indeks ini akan mengindikasikan pertumbuhan yang stabil dan iklim bisnis yang kondusif, sementara itu tren negatif dapat mengisyaratkan munculnya masalah.
Data penjualan rumah baru di AS dan University of Michigan Consumer Sentiment Index juga dapat memengaruhi dolar AS. Sebagai indikator kondisi sektor konsumsi dan dinamika industri konstruksi, metrik-metrik ini berfungsi sebagai sinyal penting bagi para trader dan analis.
Peningkatan penjualan rumah baru—terutama jika melampaui ekspektasi—menunjukkan meningkatnya kepercayaan konsumen dan kesediaan untuk melakukan pembelian besar, yang secara umum mendukung perekonomian dan dolar AS. University of Michigan Consumer Sentiment Index secara langsung mengukur penilaian psikologis rumah tangga terhadap situasi ekonomi saat ini dan di masa depan. Angka yang tinggi mengindikasikan optimisme, yang dapat mendorong peningkatan belanja konsumen, investasi, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan—berpotensi memperkuat dolar terhadap berbagai aset berisiko.
Jika data yang dirilis kuat, saya akan mengandalkan penerapan strategi Momentum. Jika pasar tidak menunjukkan reaksi terhadap data, saya akan terus menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk Paruh Kedua Hari
Untuk EUR/USD:
- Buy pada breakout di atas 1,1770 dapat mendorong kenaikan ke 1,1790 dan 1,1818;
- Sell pada breakout di bawah 1,1745 dapat mendorong penurunan ke 1,1719 dan 1,1697.
Untuk GBP/USD:
- Buy pada breakout di atas 1,3475 dapat mendorong kenaikan ke 1,3515 dan 1,3545;
- Sell pada breakout di bawah 1,3445 dapat mendorong penurunan ke 1,3420 dan 1,3400.
Untuk USD/JPY:
- Buy pada breakout di atas 155,67 dapat mendorong kenaikan ke 156,07 dan 156,43;
- Sell pada breakout di bawah 155,30 dapat mendorong penurunan ke 154,95 dan 154,60.
Strategi Mean Reversion (Pullback) untuk Paruh Kedua Hari

Untuk EUR/USD:
- Saya akan mencari peluang jual setelah penembusan keliru di atas 1,1775 dengan harga kembali turun di bawah level ini;
- Saya akan mencari peluang beli setelah penembusan keliru di bawah 1,1742 dengan harga kembali naik ke level ini.

Untuk GBP/USD:
- Saya akan mencari peluang jual setelah terjadinya penembusan keliru di atas 1,3485 dengan harga kembali turun di bawah level ini;
- Saya akan mencari peluang beli setelah terjadinya penembusan keliru di bawah 1,3435 dengan harga kembali naik ke level ini.

Untuk AUD/USD:
- Saya akan mencari peluang jual setelah penembusan keliru di atas 0,7076 dengan harga kembali turun ke bawah level tersebut;
- Saya akan mencari peluang beli setelah penembusan keliru di bawah 0,7050 dengan harga kembali naik ke level tersebut.

Untuk USD/CAD:
- Saya akan mencari peluang jual setelah penembusan keliru di atas 1,3701 dengan harga kembali turun di bawah level ini;
- Saya akan mencari peluang beli setelah penembusan keliru di bawah 1,3675 dengan harga kembali naik ke level ini.
