logo

FX.co ★ Euro melemah seiring menguatnya dolar sebagai aset safe haven

Euro melemah seiring menguatnya dolar sebagai aset safe haven

Jerman bangkit dari keterpurukan, dan pertumbuhan upah di zona euro semakin cepat. Namun hal ini justru tidak membantu euro. Sebaliknya, EUR/USD anjlok ke level terendah bulanan seiring melonjaknya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Penyebabnya tidak perlu dicari jauh-jauh. Untuk pertama kalinya sejak 2003, Amerika Serikat bersiap melakukan intervensi di sebuah negara di Timur Tengah. Dua puluh tiga tahun lalu fokusnya adalah Irak. Kini pasar mengarahkan perhatian ke Iran.

ING menilai bahwa risiko geopolitik belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasangan mata uang utama ini. Zona euro adalah importir minyak bersih, dan kenaikan harga minyak mentah akan membebani perekonomiannya. Jika terjadi eskalasi serius di Timur Tengah, ING memprediksi EUR/USD akan turun di bawah 1,16. Pasar derivatif sejalan dengan pandangan tersebut: permintaan untuk opsi dengan strike di 1,17 dan 1,15 sangat kuat. Pada saat yang sama, risiko pembalikan penurunan euro terhadap dolar AS turun ke level terendah sejak Oktober.

Dinamika dan risiko pembalikan EUR/USD

Euro melemah seiring menguatnya dolar sebagai aset safe haven

Serangkaian data positif dari kawasan euro tidak mampu membantu pihak bullish EUR/USD. Upah yang dinegosiasikan di blok mata uang tersebut meningkat pada kuartal keempat dari 1,9% menjadi 3,0% secara tahunan. Angka ini masih berada di bawah puncak 5,4% yang tercatat pada 2024. Meski demikian, dinamika upah yang lebih kuat meningkatkan risiko inflasi yang lebih tinggi dan mengurangi peluang ECB memulai kembali pelonggaran moneter—sebuah faktor positif bagi euro.

Faktor positif lain datang dari Jerman, di mana stimulus fiskal dari Friedrich Merz dan peningkatan belanja pertahanan mendorong aktivitas bisnis manufaktur ke level tertinggi dalam tiga tahun. Mesin ekonomi Jerman kembali bekerja pada kapasitas penuh dan menarik perekonomian Eropa lainnya. Indeks pembelian manajer zona euro melampaui konsensus Bloomberg, yang membantu meredam serangan pihak bearish terhadap EUR/USD.

Dinamika aktivitas bisnis di Eropa

Euro melemah seiring menguatnya dolar sebagai aset safe haven

Apakah penjual dapat kembali menyerang akan bergantung pada rilis data PDB AS untuk kuartal keempat. Namun, mengemukanya faktor geopolitik ke garis depan menunjukkan bahwa setiap pelemahan dolar yang dipicu oleh data ekonomi mungkin hanya bersifat sementara.

Euro melemah seiring menguatnya dolar sebagai aset safe haven

Donald Trump tampaknya tidak terlalu memikirkan penguatan dolar AS ataupun dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi di Amerika Serikat. Ia berniat mengakhiri program nuklir Iran dan akan melakukan apa pun untuk mencapainya. Diabaikan dari sorotan, dolar AS melakukan apa yang "harus" dilakukannya — menguat.

Secara teknikal, grafik harian EUR/USD menunjukkan pengujian batas bawah dari kisaran 1,1765–1,1990. Penembusan tegas di bawah kisaran tersebut akan membuka ruang untuk menambah posisi jual yang dibuka dari 1,1835. Skenario pantulan akan menjadi dasar serangan balik bull, meskipun pelaku pasar sebaiknya tidak terlalu agresif. Kegagalan pengujian moving average dan area resistance di sekitar 1,1820 dan 1,1835 akan menjadi pemicu baru untuk aksi jual. Target penurunan berada di 1,1680 dan 1,1615.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading