Bitcoin masih bergerak di dalam kanal sideways, tetapi gambaran teknikal sejauh ini tetap mengisyaratkan penurunan yang lebih mungkin terjadi untuk "emas digital" dibandingkan kenaikan. Pada time frame 4 jam, telah terbentuk sebuah trendline yang dengan jelas menunjukkan bahwa setiap puncak harga berikutnya lebih rendah dari puncak sebelumnya. Bahkan dalam kondisi pasar yang flat, Bitcoin tetap dalam kecenderungan turun. Perlu diingat bahwa dalam analisis teknikal klasik, trendline berfungsi sebagai indikator tren. Dalam analisis ICT, trendline merepresentasikan liquidity pool. Di balik garis tren terdapat order stop-loss dan pending order beli. Inilah likuiditas yang diburu oleh market maker. Karena itu, kita hampir pasti menantikan "pembersihan" likuiditas ini dan kelanjutan tren turun. Saat ini belum muncul pola ataupun sinyal baru.
Pada time frame harian, trader untuk pertama kalinya setelah sekian lama mendapatkan FVG "bullish", tetapi kanal sideways dan trendline pada time frame 4 jam saat ini jauh lebih penting. Belum ada reaksi pasar terhadap FVG "bullish" tersebut.
Perlu dicatat juga bahwa Bitcoin sejauh ini nyaris mengabaikan perkembangan situasi di Timur Tengah yang telah berlangsung selama dua hari. Awalnya, banyak "pakar" menyatakan bahwa Bitcoin tertekan faktor geopolitik, tetapi setelah akhir pekan, tidak terjadi penurunan, dan tidak tampak pergerakan tajam ataupun kuat. Kripto pertama ini masih lebih banyak bergerak mengikuti faktor teknikal, khususnya saluran sideways, ketimbang terpengaruh eskalasi terbaru konflik di masa kepresidenan Trump, yang "konon sudah mengakhiri 8 perang."
Gambaran Umum BTC/USD pada Time Frame 1D
Pada time frame harian, Bitcoin tetap membentuk tren turun. Struktur tren teridentifikasi sebagai turun, dengan garis CHOCH saat ini berada di kisaran $97.900. Hanya jika harga bergerak di atas level ini barulah bisa dikatakan tren turun telah berakhir. Perlu diingat bahwa sinyal jual terbentuk di dalam FVG "bearish" ($96.900 – $98.000) dan mendapatkan konfirmasi pada time frame yang lebih rendah. Dengan demikian, para trader memiliki peluang yang sangat baik untuk menangkap hampir seluruh pergerakan turun terakhir. Target saat ini masih berada di $57.500 – level 61,8% Fibonacci. Mengingat belum adanya tanda-tanda pembalikan, kami memperkirakan penurunan akan berlanjut. Pada time frame harian, area of interest (POI) terdekat untuk pembukaan posisi jual baru berada di kisaran $79.500 – $81.100. Namun, tren flat masih bertahan di time frame 4 jam.
Gambaran Umum BTC/USD pada Time Frame 4H
Pada time frame 4 jam, harga juga tetap membentuk struktur turun. Garis CHOCH berada di $90.560; hanya jika harga naik di atas garis ini kita bisa membicarakan pergeseran tren menjadi naik. Namun, untuk saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Bitcoin akan segera mengakhiri fase penurunannya. Tren flat masih berlanjut. Kita sudah melihat dua kali deviasi di batas bawah kanal (yang tidak menghasilkan kenaikan signifikan), dan sebuah garis tren (sekaligus liquidity pool) telah terbentuk, sementara Bitcoin perlahan-lahan merosot, yang mengindikasikan bahwa kelanjutan penurunan kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat.
Rekomendasi Trading untuk BTC/USD:
Bitcoin masih membentuk tren turun yang sepenuhnya berkembang. Kami memproyeksikan penurunan dengan target $57.500 (level 61,8% Fibonacci dari tren naik tiga tahunan), dan sejauh ini belum ada tanda-tanda pembalikan tren. Namun, bahkan level $57.500 sendiri tampaknya bukan titik berhenti final. Di antara area of interest (POI) untuk saat ini, kita hanya bisa menyoroti FVG "bearish" terdekat pada time frame harian, yang posisinya masih cukup jauh dari harga saat ini. Kita juga perlu memperhatikan deviasi di batas atas kanal sideways pada time frame 4 jam, karena tren secara umum tetap menurun.
Penjelasan Ilustrasi:
- CHOCH – Change of Character dalam struktur tren.
- Liquidity – Likuiditas dari stop-loss trader, yang dimanfaatkan market maker untuk membangun posisi mereka.
- FVG – Fair Value Gap. Harga bergerak sangat cepat melewati area seperti ini, yang menunjukkan ketiadaan total salah satu sisi pelaku pasar. Selanjutnya, harga cenderung kembali ke area ini dan memberikan reaksi di sana.
- IFVG – Inverted Fair Value Gap. Setelah harga kembali ke area ini, tidak terjadi reaksi; harga justru menembusnya secara impulsif, lalu menguji area tersebut dari sisi sebaliknya.
- OB – Order Block. Candle tempat market maker membuka posisi dengan tujuan menarik likuiditas untuk membentuk posisi berlawanan arah.


