Sementara para trader aktif membeli saat harga Bitcoin turun dan mulai tampak arus masuk pertama ke spot ETF yang telah lama kita nantikan, konflik di Timur Tengah muncul sebagai pendorong bullish yang tak terduga tetapi signifikan bagi pasar crypto, termasuk Bitcoin.

Arthur Hayes, penggemar crypto terkenal sekaligus mantan CEO BitMEX, menguraikan pandangannya ini secara rinci dalam esai terbarunya. Ia menyoroti sebuah pola historis: gejolak geopolitik seperti ini kerap mendorong Federal Reserve AS menuju kebijakan moneter yang lebih longgar.
Alasan utamanya adalah meningkatnya belanja pemerintah, yang tidak terhindarkan saat terjadi aksi militer. Beban fiskal yang bertambah mendorong Federal Reserve untuk menopang perekonomian dan pasar keuangan melalui berbagai langkah stimulus. Secara historis, konflik militer besar sering kali diiringi siklus penurunan suku bunga yang bertujuan meminimalkan kerusakan ekonomi dan memulihkan kepercayaan investor. Namun, penting dipahami bahwa hal ini tidak terjadi seketika saat konflik meletus — jangan mengharapkan respons instan dari The Fed.
Faktor energi akan memainkan peran kunci. Lonjakan harga minyak, yang kemungkinan terjadi di tengah ketegangan di Timur Tengah, menimbulkan ketidakpastian dan menekan konsumen serta pelaku usaha. The Fed, yang berupaya mencegah efek berantai di berbagai pasar, kerap merespons guncangan semacam ini dengan melonggarkan kebijakan. Dalam konteks ini, Bitcoin, yang oleh sebagian pihak dipandang sebagai alternatif mata uang fiat, sering muncul sebagai salah satu instrumen yang menarik, menurut Hayes.
Gejolak geopolitik juga meningkatkan minat terhadap aset di luar sistem keuangan tradisional. Para investor berupaya mendiversifikasi portofolionya, memindahkan modal dari instrumen yang lebih berisiko ke aset yang dipandang lebih "apolitis" dan tahan terhadap guncangan global. Bitcoin, dengan sifatnya yang terdesentralisasi, dapat memenuhi kebutuhan akan reliabilitas yang dipersepsikan di masa penuh ketidakpastian.
Rekomendasi trading

Bitcoin
Pembeli saat ini menargetkan kenaikan kembali ke $67.100, yang akan membuka jalan langsung menuju $69.300 dan kemudian ke $71.300. Target kenaikan terjauh berada di kisaran level tertinggi sekitar $74.600; breakout ke atas level tersebut akan mengindikasikan upaya untuk kembali ke pasar bullish. Jika terjadi penurunan, pembeli diperkirakan akan muncul di $64.900. Pergerakan turun kembali menembus area tersebut dapat dengan cepat mendorong BTC menuju $62.600, dengan target penurunan terjauh di sekitar $61.100.

Ethereum
Penutupan yang jelas di atas $2.007 akan membuka jalan menuju $2.078. Target kenaikan terjauh berada di area tertinggi dekat $2.169; breakout ke atas level tersebut akan mengindikasikan sentimen bullish yang menguat dan minat beli yang kembali meningkat. Di sisi bawah, pembeli diperkirakan akan muncul di $1.915. Pergerakan di bawah area tersebut dapat dengan cepat mendorong ETH menuju $1.845, dengan target penurunan terjauh di sekitar $1.783.
Apa yang terlihat di grafik
- Garis merah menunjukkan level support dan resistance, yaitu area tempat harga diperkirakan akan berhenti sejenak atau bereaksi tajam.
- Garis hijau menunjukkan moving average 50 hari.
- Garis biru adalah moving average 100 hari.
- Garis hijau limau adalah moving average 200 hari.
Harga yang menguji atau melintasi salah satu moving average ini sering kali akan menghentikan pergerakan atau justru memicu momentum baru di pasar.
