logo

FX.co ★ GBP/USD. Smart Money. Apakah Pound Telah Memulai Pemulihan?

GBP/USD. Smart Money. Apakah Pound Telah Memulai Pemulihan?

Pasangan GBP/USD berbalik arah setelah lima kali mencoba menembus dan bertahan di bawah dua level swing bearish terakhir. Akibatnya, alih-alih menembus level terendah tersebut, pasar justru melakukan liquidity sweep terhadap level tersebut. Perlu saya ingatkan bahwa liquidity sweep adalah sinyal peringatan bagi trader atas kemungkinan reversal harga ke arah yang berlawanan. Ini bukan pola yang bisa langsung digunakan untuk membuka posisi, tetapi setelah terjadi perubahan tren, kita dapat mengantisipasi terbentuknya pola-pola yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membuka posisi. Pound terus menguat selama tiga hari berturut-turut. Jika bukan karena usulan Trump mengenai kemungkinan operasi darat pada akhir pekan, pound kemungkinan akan diperdagangkan lebih tinggi lagi. Sebaliknya, perdagangan hari Senin dimulai dengan penurunan lain yang menghambat pengembangan koreksi pullback oleh para trader.

GBP/USD. Smart Money. Apakah Pound Telah Memulai Pemulihan?

Besok Amerika Serikat akan merilis laporan inflasi untuk bulan Februari. Sulit bagi saya untuk mengatakan apakah pasar akan bereaksi terhadap data ini, karena laporan-laporan penting terbaru mengenai pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran justru diabaikan. Menurut saya, saat ini pasar diperdagangkan berdasarkan rantai logika yang sangat sederhana: "berita negatif dari Timur Tengah – dolar naik; tidak ada berita negatif – dolar turun." Karena itu, pelemahan dolar terlihat cukup mungkin terjadi pada pekan ini.

Saat ini belum ada pola bullish, dan kecil kemungkinan harga akan segera kembali ke Imbalance 16 dalam waktu dekat untuk kembali memberikan sinyal yang dibutuhkan trader pada upaya kedua. Menurut pandangan saya, jika dalam beberapa hari ke depan tidak terjadi eskalasi baru di Timur Tengah, permintaan terhadap dolar akan terus menurun. Selama enam hari terakhir, tekanan jual (bear) sudah jauh lebih lemah dibandingkan sebelumnya, meskipun perang di Iran masih berlanjut dan harga energi tetap tinggi. Saya juga menandai satu imbalance bearish yang lemah pada grafik yang secara teori bisa memicu reaksi pasar. Namun, secara pribadi saya menilai peluangnya tidak besar. Imbalance tersebut terlalu lemah, dan sejauh ini saya tidak melihat alasan yang kuat untuk kenaikan baru pada dolar.

Tren pada pound masih bullish. Karena itu, selama tren ini bertahan (di atas level 1,3012), saya akan lebih memfokuskan perhatian pada sinyal-sinyal bullish. Penurunan pound memang mungkin cukup dalam, tetapi kini pelaku pasar dengan posisi jual (bear) membutuhkan alasan baru untuk melanjutkan serangan. Fakta keberadaan perang saja sudah tidak lagi cukup bagi dolar. Pekan lalu pasar mengabaikan statistik Amerika Serikat dan tidak mau menjual dolar untuk beralih ke mata uang lain. Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya. Hari ini pihak pembeli (bull) kembali mencoba berbalik menyerang.

Latar informasi pada hari Selasa tergolong lemah, dan pihak bull memanfaatkan tidak adanya berita negatif baru dari Timur Tengah. Menurut saya, pekan ini kita setidaknya akan melihat kenaikan pound, paling tidak sebagai akibat dari liquidity sweep atas dua swing terakhir. Seberapa kuat pergerakan ini akan menentukan prospek pergerakan pound selanjutnya.

Di Amerika Serikat, latar informasi secara umum masih sedemikian rupa sehingga dalam jangka panjang nyaris tidak ada yang bisa diantisipasi selain pelemahan dolar. Perang antara Iran dan Amerika Serikat sejauh ini pun belum banyak mengubah keadaan. Situasi bagi dolar AS tetap cukup berat dalam jangka panjang dan hanya tampak positif dalam jangka pendek. Dan itulah poin utamanya—positifnya hanya dalam jangka pendek. Statistik pasar tenaga kerja AS belakangan lebih sering mengecewakan daripada memberi kejutan positif. Tiga dari empat pertemuan terakhir FOMC berakhir dengan keputusan bernada dovish. Agresi militer Trump, ancaman terhadap Denmark, Meksiko, Kuba, Kolombia, negara-negara Uni Eropa, Kanada, dan Korea Selatan, kasus pidana terhadap Jerome Powell, penutupan pemerintahan (government shutdown), skandal yang melibatkan elite AS dalam kasus Epstein, kemungkinan pemakzulan Trump sebelum akhir tahun, serta sangat mungkin kekalahan Partai Republik dalam pemilu—semua ini melengkapi gambaran krisis politik dan struktural di Amerika. Menurut saya, pihak bull memiliki semua yang mereka butuhkan untuk kembali melanjutkan serangan sepanjang 2026.

Agar terbentuk tren bearish yang kuat, dibutuhkan latar informasi positif yang kuat dan berkelanjutan bagi dolar, sesuatu yang sulit diharapkan di bawah Donald Trump. Karena itu, saya masih belum percaya pada skenario tren bearish untuk pound. Terlalu banyak faktor risiko yang masih menekan dolar. Secara teori, membuka posisi jual mungkin saja dipertimbangkan jika muncul pola bearish yang jelas, tetapi secara pribadi saya meragukan ketepatan keputusan tersebut. Saya menilai penurunan GBP/USD baru-baru ini, sampai batas tertentu, merupakan kombinasi keadaan yang bersifat kebetulan.

Kalender berita untuk Amerika Serikat dan Inggris Raya:

  • Amerika Serikat – Indeks Harga Konsumen (12:30 UTC)

Pada 11 Maret, kalender ekonomi hanya memuat satu rilis yang cukup penting. Latar informasi ini mungkin memengaruhi sentimen pasar pada hari Rabu.

Prediksi GBP/USD dan rekomendasi untuk trader

Bagi pound, gambaran jangka panjang masih bullish. Saat ini belum ada pola bullish yang relevan—hanya ada satu imbalance bearish, yang harus lebih dulu disentuh kembali oleh harga dan memicu reaksi sebelum trader dapat mempertimbangkan peluang untuk membuka posisi jual.

Perlu juga diingat bahwa penurunan pound dalam beberapa pekan terakhir cukup tajam sehingga sementara waktu mengubah gambaran bullish menjadi tampak bearish akibat kombinasi keadaan yang kurang beruntung. Jika Donald Trump tidak berulang kali mengumbar janji akan menyerang Iran hampir setiap dua hari sekali, tidak mengirim kapal perang ke Teluk Persia, dan pada akhirnya tidak memulai perang, besar kemungkinan kita tidak akan melihat kenaikan dolar yang sedemikian kuat. Saya menilai penurunan ini mungkin berakhir sama tak terduganya dengan saat dimulai. Titik awal bagi serangan bullish pekan ini bisa berupa liquidity sweep pada level-level terendah di 1,3341 dan 1,3310.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading