logo

FX.co ★ Pasar kemungkinan akan menyerah

Pasar kemungkinan akan menyerah

Indeks saham AS terus melemah selama lima minggu berturut-turut, dengan sebagian besar kini memasuki wilayah koreksi. Sebanyak 10 dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 diperkirakan akan menutup seluruh bulan Maret di zona merah, dengan penurunan rata-rata sebesar 8,3%. Hanya perusahaan energi yang akan berakhir di zona hijau di tengah konflik di Timur Tengah. Seiring meningkatnya risiko konfrontasi berkepanjangan, rasa takut semakin menyelimuti pasar saham.

Dinamika bulanan S&P 500

Pasar kemungkinan akan menyerah

Para investor telah meninggalkan ilusi dan kini memperkirakan harga minyak yang lebih tinggi serta Federal Reserve akan mempertahankan federal funds rate di level 3,75% untuk jangka waktu yang lama. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan risiko resesi bagi ekonomi AS, yang jelas merupakan kabar buruk bagi indeks saham acuan.

Dalam 13 sesi perdagangan terakhir, S&P 500 bergerak berlawanan arah dengan Brent sebanyak 12 kali. Korelasi negatif yang kuat ini membantu mengidentifikasi pendorong utama pasar. JP Morgan berpendapat bahwa jika konflik yang berkepanjangan membuat dunia tidak lagi dapat mengandalkan pasokan minyak dari Teluk Persia, resesi hampir pasti terjadi.

Meski demikian, bank tersebut menilai situasi saat ini berbeda dengan tahun 2022, ketika inflasi melonjak ke level tertinggi dalam empat dekade. Saat ini, tingkat CPI lebih tinggi, percepatan upah tidak terjadi, dan AI berperan sebagai kekuatan penahan kenaikan harga. Peluang terjadinya perlambatan ekonomi lebih besar dibandingkan risiko stagflasi penuh.

Dinamika saham teknologi

Pasar kemungkinan akan menyerah

Sebelumnya, AI dipandang sebagai bantalan terhadap aksi jual di sektor teknologi — alasan untuk melihat Big Tech sebagai semacam aset aman di pasar saham AS. Namun, kenyataannya hal ini tidak bertahan. Indeks teknologi membukukan kinerja terburuk sejak September 2022 pada bulan Maret. Imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi, kenaikan biaya listrik, dan gangguan pasokan komponen chip penting seperti helium telah membuat sektor ini terpukul.

Hedge fund pada praktiknya juga sudah menyerah. Analisis Goldman Sachs menunjukkan mereka memangkas posisi saham selama enam minggu berturut-turut. Di satu sisi, hal ini menandakan bahwa kubu bearish sedang memegang kendali. Di sisi lain, kondisi ini dapat membuka jalan bagi terbentuknya rebound jika kekhawatiran terburuk para investor tidak menjadi kenyataan. Morgan Stanley meyakini koreksi S&P 500 sudah mendekati tahap akhir, dengan mengacu pada episode sebelumnya ketika kekhawatiran resesi dan kenaikan suku bunga The Fed tidak benar-benar terjadi.

Pasar kemungkinan akan menyerah

Namun, nasib S&P 500 sebenarnya bergantung pada situasi di Timur Tengah. Gedung Putih berayun di antara dua ekstrem — melancarkan operasi darat atau menarik diri dari Iran, bahkan dengan Selat Hormuz yang tetap ditutup.

Tinjauan teknikal

Pada grafik harian, indeks pasar yang luas ini masih bergerak dalam fase korektif di dalam tren naik jangka panjang. Posisi jual yang telah dibuka sebelumnya dengan target di 6.100 dan 6.000 masih masuk akal untuk dipertahankan. Level resistance kunci terletak di pivot point di 6.440 dan 6.510. Penolakan (rejection) dari level-level tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah posisi jual pada S&P 500.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading